HI UMM Malang Launching Komunitas Kajian Eropa

Sabtu, 09 Maret 2019  10:04

HI UMM Malang Launching Komunitas Kajian Eropa

Suasana Launching di Universitas Muhammadiyah Malang.

MALANG (BM) - Program Studi (Prodi) Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini miliki Komunitas Kajian Eropa (European Studies Community/ESC). Diresmikannya ESC ini kian meneguhkan eksistensi Prodi HI UMM sebagai center of excellent kajian HI di Indonesia. Sebab, saat ini Prodi HI UMM telah memiliki enam komunitas kajian yang menjadi pusat dari pengembangan keilmuan HI bagi sivitas akademika UMM.
 
Bertempat di Aula BIPA Basement GKB IV Kampus III UMM, launching ESC dirangkaikan dengan Seminar bertajuk “Get to Know Europe”, Jumat (8/3). Hadir sebagai pembicara Ketua Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) Dr. Yusran, M.Si., Pembina Komunitas Indonesia untuk Kajian Eropa (KIKE) Drs. Muhadi Sugiono, MA, dan Hafid Adim Pradana, MA selaku Pegiat Kajian Eropa dan Pembina ESC HI UMM.
 
Ketua AIHII Dr. Yusran, M.Si. mengaku menyambut baik hadirnya ESC di UMM yang sekaligus memperkaya khasanah kajian HI di Indonesia. Menurutnya, mengkaji Eropa adalah hal yang penting bagi penstudi HI. Sebab, ilmu HI lahir di Eropa tepatnya di Universitas of Wales tahun 1918, meski kemudian besar dan dikembangkan oleh Amerika. Perkembangan teori-teori HI awal juga dipinjam dari para pakar sosiologi politik dan psikologi yang juga para pemikir Eropa. 
 
Karena itu, tambah dosen HI Universitas Budi Luhur Jakarta itu, mempelajari HI tidak mungkin tanpa belajar tentang Eropa. “Tidak mungkin belajar HI tanpa belajar tentang Eropa, karena sejarah negara-bangsa mulai dari perang sampai integrasi semua berasal dari Eropa,” tegasnya. Untuk itulah, lanjutnya, hadirnya komunitas kajian Eropa menjadi energi baru, bukan hanya bagi UMM tapi juga bagi HI Indonesia.
 
Adapun Pembina KIKE Drs. Muhadi Sugiono, MA lebih jauh mengajak sekitar 100 mahasiswa yang hadir menjelajahi lintasan sejarah Eropa dari zaman lahirnya Westphalia hingga saat ini. Menurutnya, memahami Eropa secara utuh perlu dilihat dari tiga aspek utama, yakni identitas (identity) keeropaan yang menyatukan masyarakat Eropa; tata aturan (order) tentang bagaimana Eropa menata integrasi yang menyatukan mereka; serta bagaimana Eropa membangun batas teritorialnya (border) sendiri. Untuk memperkuat kajian Eropa di Indonesia, dosen Departemen HI Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu juga tengah mengembangkan kajian untuk memaknai tata kelola Uni Eropa melalui evolusi traktat-traktat yang dihasilkan. 
 
Sementara itu, Ketua Prodi HI UMM M. Syaprin Zahidi, MA mengatakan bahwa lahirnya ESC ini menjadi modal penting bagi HI UMM dalam mempertahankan Akreditasi A pada tahun 2023 mendatang. Sebab, eksistensi komunitas kajian yang berada di bawah naungan Laboratorium HI UMM selama ini sangat produktif sehingga menjadi penggerak berbagai aktivitas pengembangan keilmuan dan keterampilan mahasiswa dan dosen.
 
Untuk diketahui pula, selain ESC, sebelumnya Laboratorium HI UMM telah memiliki Komunitas Kajian Asia Tenggara dan ASEAN atau Malang-ASEAN Youth Community (Maycomm), Komunitas Kajian Intermestik atau Center of Intermestic Studies (CIS), Komunitas Kajian Asia Timur atau Center of East Asia Studies (CEAS), Komunitas Kajian Kawasan Timur Tengah atau Center of Middle Eastern Studies (CoMES), serta Komunitas Kajian Keamanan Global dan Terorisme (K3GT). (*)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>