Mensos: Stop Diskriminasi Terhadap ODHA

Selasa, 03 Desember 2017  23:13

Mensos: Stop Diskriminasi Terhadap ODHA
SURABAYA (BM) – Stigma dan diskriminasi terhadap orang penderita HIV/AIDS harus dihilangkan. Mereka harus didorong dan diorangkan agar selalu hidup bahagia. Dengan begitu, harapan hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa lebih panjang.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa di Pentas Sahabat ODHA dalam rangka Hari AIDS Sedunia (HAS) di salah satu hotel di Surabaya, Minggu (3/12). Selain menghilangkan stigma, ODHA perlu mengonsumsi makanan yang sehat. “Saya tidak pernah minum suplemen sama sekali dengan beban kerja sedemikian banyak,” kata dia.

Khofifah pun membagikan resep kesehatan tubuh kepada 600 peserta yang hadir. “Makan telur ayam dengan spesifikasi tertentu. Satu hari satu telur,” jelas perempuan yang juga menjabat Ketua Umum Muslimat NU ini. Telur ini, lanjut dia, produksi lembaga penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dia memakan telur tersebut bukan dari bagian ekperimen, melainkan pembuktian. Sudah ada tiga menteri, termasuk dirinya, di Kabinet Kerja yang mengonsumsi telur tersebut. “Saat ini saya belum bisa sampaikan detail. Minggu depan akan dipersembahkan untuk bangsa dan negara ini,” terangnya.

Khofifah juga menyinggung rencana peresmian selter anak dengan HIV/AIDS (ADA) di Surakarta, Rabu (6/12) mendatang. Ini akan menambah tiga panti ODHA yang sudah efektif Januari 2017. Tiga panti ini berada di Ternate, Medan, dan Sukabumi. “Yang ODHA efektif 2017, yang ADA ini insya Alloh kita resmikan di Solo,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Ahmad Sukardi dalam kesempatan yang sama menyebut Surabaya harus punya selter ODHA. Sebab, ODHA di Kota Pahlawan paling banyak dibanding kabupaten/kota lain yang ada di Jatim. “Jatim sendiri itu paling banyak ODHA, jumlahnya 53 ribuan. Surabaya menyumbang paling banyak dengan 7.000 lebih,” katanya.

Sukardi mengakui Jatim belum memiliki selter ODHA. Pihaknya akan terus mendorong kabupaten/kota membangun selter-selter, sementara provinsi hanya menjadi fasilitator. “Sepanjang kita ada dana bisa dibantu, tapi saat ini dananya terserap untuk Pilkada,” tandasnya. (sdp/udi)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>