Pakde Karwo Jalin Kerja Sama Pengusaha Tiga Negara

Selasa, 08 Agustus 2017  21:40

Pakde Karwo Jalin Kerja Sama Pengusaha Tiga Negara
SURABAYA (BM) – Dalam rangka mengembangkan perekonomian Jawa Timur, Gubernur Dr. H. Soekarwo melakukan kunjungan kerja ke tiga negara yaitu Italia, Rusia dan Jerman. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menjalin kerja sama dengan para pengusaha luar negeri.

Di Italia, Gubernur Jatim yang juga akrab disapa Pakde Karwo itu, mengajak para pengusaha untuk bekerjasama memanfaatkan peluang bisnis dua belah pihak, baik di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, industri fashion, bisnis logam, elektronik, furniture, dan teknologi pertanian.

"Silakan membawa teknologi dan transfer of knowledge di bidang bisnis kulit dan tekstile yang menjadi keahlian Italia. Bidang ini juga menjadi economic growth Jawa Timur," ujarnya di depan pengusaha Milan Italia pada acara Bisnis Meeting, di Hotel Hilton, Jl.  Luigi Galvani 12 Milan Italia, Senin siang pukul 15.00 (31/7) atau pukul 20.00 WIB.

Untuk memberikan dukungan bisnis investor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memberikan empat jaminan pemerintah, yaitu izin satu pintu investasi asing maksimal 17 hari dan dalam negeri 11 hari, ketersedian listrik, tenaga kerja terampil, dan penyediaan lahan.

Selain itu, keamanan yang dalam tiga tahun terakhir Jatim memperoleh penghargaan sebagai provinsi paling aman, sekaligus sebagai barometer keamanan nasional. Perizinan-perizinan oleh kab/kota yang sebelumnya menyulitkan investasi juga telah ditiadakan.

Menurut Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Roma, Aries Asriadi, peluang pasar Italia terhadap produk makanan dan minuman Jatim masih terbuka, walaupun selama ini ia melihat baru orang-orang Asia di Italia yang cocok dengan taste Indonesia.

Sedangkan orang Italia sendiri, hanya sedikit yang dapat merasakan pas dengan taste Indonesia. Produk-produk makanan Indonesia yang telah masuk Milan adalah produk indofood, seperti mie instan dan minyak goreng, bumbu masakan dan kecap. Peluang pasar produk Jatim yang terbuka tadi, lanjutnya, seperti kopi yang sangat digemari oleh masyarakat dunia, termasuk Italia dan Milan.

"Saya yakin, kedatangan CEO PT. Kapal Api Pak Domo Mergonoto yang memproduk berbagai varian kopi dan berkomunikasi intens dengan para buyer di meeting ini akan memberikan hasil bagus," ujarnya dengan optimis.

Sementara itu di Jerman, Pakde Karwo mengharapkan agar para pengusaha Jerman memanfaatkan hubungan baik Jawa Timur dan Jerman, terutama melalui peningkatan kerjasama bidang trade, tourism, and investment (TTI).

"Promosi TTI yang kami lakukan saat ini sebagai apresiasi atas peran para pengusaha Jerman dalam mendukung ekonomi Jatim selama ini," ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Bisnis Meeting dengan pengusaha Jerman, di Hotel Kempinski Bristol, Berlin, Jerman, Rabu (2/8).

Pakde Karwo jug mengungkapkan, posisi ekonomi Jerman bagi Jatim semakin penting. Pada tahun 2016 lalu, misalnya, investasi Jerman menduduki ranking 8, dengan investasi didominasi sektor sekunder sebesar US $ 144,5 juta, sektor tersier US $ 10,9 juta, dan sektor primer US $ 1,3 juta. Sektor primer terutama meliputi industri logam, mesin, dan elektronik. Sektor tersier terdiri perdagangan, reparasi, dan konstruksi. Sedangkan, sektor primer meliputi tanaman pangan dan perkebunan.

Di sektor perdagangan, walaupun fluktuatif dan defisit bagi Jatim, neraca perdagangannya cenderung menunjukkan trend meningkat. Misalnya, pada tahun 2014 posisi Jerman sebagai negara tujuan ke-16, menjadi peringkat ke-12 di tahun 2017, periode bulan Januari-Juni. Pada periode Januari-Juni 2017 tersebut, besaran ekspor Jatim ke Jerman sebesar US $  155,2 juta, impor US $ 341,1 juta atau defisit Jatim sebesar US $ 185,9 juta.

Sedangkan jumlah wisatawan Jerman, pada tahun 2017 Januari s.d. bulan April tercatat sebanyak 701 orang. Berbagai daerah tujuan  yang dikunjungi antara lain Gunung Bromo, Kawah Ijen, dan Pantai Plengkung untuk surfing.

Dalam sambutannya, Dubes RI di Berlin Fauzi Bowo menjelaskan, reformasi regulasi kemudahan bisnis di Indonesia mendudukkan negeri ini menjadi salah satu top reformer di dunia. "Berbagai reformasi telah dijalankan Pemerintah Indonesia, seperti pengurangan dwelling time dan penguatan kompetensi otoritas di bidang single window," ujarnya. Berdasarkan survey Bank Dunia, Indonesia ditetapkan pada ranking ke 97 dunia dalam kemudahan berbisnis, dengan target ambisius tahun 2018 depan menjadi ranking 40-an.

Hadir dalan kegiatan bisnis meeting ini dari jajaran pengusaha Jerman a.l. Ceo perusahaan, Allner Medical Tillo Allner, senior health manager Bayer, Tobias Helmstorf; managing director German Health Partnership, Alexander Boxler; Vice President of Government Affairs Siemens, Hans Peter Bohm; Ceo perusahaan Hellmering Kohne and Co, Wolfgang Kohne.

Sementara itu, ketika berada di Rusia, Pakde Karwo menghadiri acara Bisnis Forum Rusia-Indonesia di Hotel Inter Continental Hotel Moskow yang diseleggarakan KBRI Moskow bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan RI dan Business Council Rusia-Indonesia. Hadir dalam kegiatan ini sekitar 300 undangan pengusaha Rusia dan Indonesia, serta pejabat pemerintah.

Dubes RI di Moskow, Wahid Wahyudi menyampaikan optimismenya kegiatan bisnis forum (BF) ini, sebagai rangkaian kegiatan Festival Indonesia (FI), akan meningkatkan kerjasama Indonesia-Rusia di berbagai bidang. Apabila tahun 2016 FI dikunjungi 100 ribu pengunjung, maka  pada 2017 ini, maka FI diprediksi dikunjungi 120 pengunjung. Selain dari waktu ke waktu FI semakin dikenal, optimisme tersebut juga didukung booth Indonesia yang pada tahun-tahun sebelumnya sebanyak 30 booth, kini menjadi menjadi 70 booth.

Menteri Perdagangan (Mendag) Lukito menyampaikan keyakinannya bisnis forum tersebut akan meningkatkan kerjasama dua belah di berbagai bidang seperti produk2 pertanian, minyak sawit, makanan prosesan, garmen, dan furniture, yang sekaligus didukung potensi demografi dua belah pihak. Misalnya manula Rusia 13% dengan usia produktif 25%, demikian pula Indonesia. Penduduk besar dalam jumlah lebih 250 juta jiwa, dan anggota G20.

Wakil Menteri Perdagangan Rusia, Oleg Ryazantsev menyambut baik BF ini, yang disebutnya sebagai milestone pengembangan kerjasama ekonomi dua belah pihak.  Ditambahkan, beberapa tahun terakhir neraca perdagangan diakuinya turun, tetapi lima bulan terakhir menunjukkan peningkatan.

"Kerjasama bukan hanya di energi, tetapi yang lain seperti teknologi navigasi kedirgantaraan. Selain itu juga konstruksi pelabuhan, dan pembangunan kapal laut, dsb-nya, dengan cara kemitraan perusahaan lokal,” jelasnya. (adv/era)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>