Pameran Buku Big Bad Wolf 2018 Bidik Transaksi 70 Miliar

Rabu, 26 September 2018  22:30

Pameran Buku Big Bad Wolf 2018 Bidik Transaksi 70 Miliar

Regional CEO Bank Mandiri Regional 8/ Jawa 3 R Erwan Djoko Hermawan. (BM/HARUN EFFENDY)

SURABAYA (BM) - Dalam rangka hari jadi ke-73 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bekerjasama dengan Big Bad Wolf (BBW) kembali menghadirkan pameran buku terbesar di dunia pada 27 September hingga 8 Oktober selama 24 jam nonstop di JX International, Jln Ahmad Yani.


Kegiatan bertajuk Big Bad Wolf 2018  hadir kembali di Surabaya untuk ketiga kalinya ini sebagai bentuk penghargaan serta terus andil dalam meningkatkan minat baca untuk masyarakat Jawa Timur.


Selain itu, juga merupakan wujud apresiasi bagi masyarakat Jawa Timur atas respon yang luar biasa pada tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, Salah satu daya tarik yang paling diburu konsumen adalah penawaran diskon 60-80 persen untuk semua buku impor.


BBW dan Pemprov Jatim sepakat akan terus meningkatkan minat baca masyarakat Jawa Timur. Dimana, pada 20 September lalu, dibagikan 500 buku ke perpustakaan Kabupaten Malang yang meraih penghargaan perpusdes tingkat Nasional.


Misi menggalakkan budaya baca sejak dini serta akses buku berkualitas bagi semua kalangan menjadi motivasi  BBW mempelopori kegiatan ini. Dan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang disebut "Red Readerhood" akan terus menyalurkan dan menyumbangkan buku-buku sampai ke pelosok negeri.


Hasil survei Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur bersama Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga, minat baca masyarakat Jawa Timur pada 2010 sebesar 42%, meningkat 69,75% periode 2016 bertepatan hadirnya pameran buku BBW, dan persentase terus meningkat di 2017 yakni sebesar 72%, hal ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan.


Menurut Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia Uli Silalahi, budaya baca sejak dini perlu disiapkan mengingat derasnya informasi di media serta persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita harus siap dengan persaingan global. Budaya membaca harus ditanamkan sejak dini agar masyarakat semakin pintar,” katanya.


Pameran buku BBW memperkenalkan beragam buku bacaan internasional, agar terbiasa dan siap persaingan global. Sekitar 70% dari 3 juta buku anak-anak dihadirkan dengan bacaan menarik dengan harapan anak-anak mulai senang membaca. “Buku adalah jendela dunia maka harus rajin membaca,” ujar wanita yang juga dikenal sebagai ibu buku.


Seperti sebelumnya, Bank Mandiri, memberi dukungan penuh pameran buku BBW sebagai wujud semangat membangun Indonesia. Bank Mandiri yakin, mempermudah akses terhadap buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau dapat berkontribusi terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat Indonesia.


Regional CEO Bank Mandiri Regional 8/ Jawa 3 R Erwan Djoko Hermawan menyampaikan, kalau acara BBW juga bagian rangkaian ulang tahun ke-20 Bank Mandiri. “Meski harga buku terjangkau, namun Bank Mandiri akan memberikan benefit diskon tambahan hingga 50% dengan Fiestapoin, kemudian bonus voucher hingga IDR 400 ribu untuk pemegang debit dan kartu kredit, serta cicilan 0% hingga 6 bulan bagi pemegang Mandiri kartu kredit.


“Pak Gubernur (Soekarwo) punya konsen mendorong minat baca lebih besar lagi kepada masyarakatnya. Oleh karena itu selalu mengatakan bagaimana kegiatan ini bukan sekedar kegiatan biasa, jadi masyarakat, lembaga pendidikan, sekolah-sekolah memanfaatkan ini untuk mendapatkan bahan-bahan pendidikan yang tidak dijumpai di tempat  lain,” paparnya.


Pameran yang diadakan di dua kota, Jakarta dan Surabaya ini, dalam semalam secara keseluruhan tercatat transaksi hingga IDR 6 miliar. “Tahun ini kami targetkan IDR 70 miliar. Naik dua kali lipat, dari pelaksanaan 2017 lalu, transaksi tercatat IDR 35 miliar," kata Erwan, saat mendampingi Sekdaprov Jatim.


Selain itu, bagi warga Indonesia dari luar Surabaya, diadakan program “FarAwayBBW” yang berkesempatan mendapat hadiah dengan bukti struk perjalanan seperti tiket toll, pesawat dan bukti pembelian buku di BBW yang diunggah di akun sosmed pribadi dan dihashtag ke akun sosmed BBW.


Mewakili Gubernur Jawa Timur yang berhalangan hadir, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Heru Tjahjono MM dalam sambutannya pada Opening Ceremony, Rabu (26/9) malam mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan minat baca kepada anak-anak sejak dini.

"Saat ini anak-anak sudah banyak membaca dibandingkan dengan bermain gawai. Dan ini yang harus terus didorong seperti pesan pak Gubernur Jatim supaya terus ditingkatkan, apalagi buku yang dijual ini jarang ada di toko buku," komentar Heru.


Meski baru di buka hari pertama, antusias masyarakat Surabaya dan sekitarnya sudah terlihat. Ribuan orang memadati Jatim Expo dengan deretan troli yang penuh buku. Namun di hari pertama ini khusus undangan.

Endang Sri, warga Surabaya mengaku setiap kali ada pameran BBW dia selalu datang dan beli. Menurutnya harga yang diberikan cukup terjangkau, salah satunya buku cetakan luar negeri. "Lumayan murah sih harganya. Jadi bisa lebih hemat dan bisa beli banyak buku," katanya.


Tentang Big Bad Wolf Books


Big Bad Wolf telah diselenggarakan di berbagai negara di Asia dengan misi untuk menciptakan kemampuan baca. Pameran buku BBW pertama kali diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2009 dan 2015, yang dilaksanakan berturut-turut selama 17 hari dengan total penjualan lebih dari 3,5 juta buku dan dihadiri oleh 600.000 pengunjung.


Semua buku yang disediakan buku-buku baru dari penerbit-penerbit asal Inggris, Amerika Serikat dan Eropa, yang dijual di Asia dengan diskon 60-80 persen. Di Indonesia BBW dikelola PT Jaya Ritel Indonesia dengan misi membentuk masyarakat gemar membaca serta mencerdaskan bangsa agar siap memasuki era kompetisi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mendatang. (har)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>