Paslon DimintaTak Salahgunakan Tempat Ibadah Selama Ramadhan

Rabu, 16 Mei 2018  16:08

Paslon DimintaTak Salahgunakan Tempat Ibadah Selama Ramadhan
SIDOARJO (BM) - Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidoarjo meminta kepada kedua pasangan Cagub Jawa Timur 2018 dan tim partai pengusungnya untuk tidak menggunakan tempat ibadah sebagai sarana kampanye selama bulan Ramadhan.

Permintaan itu disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Rasul. "Panwaslu Sidoarjo sudah rapat koordinasi dengan stakeholder untuk mengawasi penyalahgunaan tempat ibadah selama puasa jadi sarana kampaye," kata Rabu (16/5).

Rasul menjelaskan, dalam rapat itu melibatkan di antaranya KPU  Sidoarjo, Kapolresta, Kodim, Bakesbangpol, Dishub, FKUB, Takmir Masjid, Tim Paslon 1 dan Tim Paslon 2 serta Parpol pengusung. Dalam pembahasan itu dicetuskan tentang potensi pelanggaran kampanye serta pola pencegahannya pada saat bulan puasa. Di antaranya, potensi pelanggaran yaitu pada saat buka dan sahur bersama dengan melakukan ceramah yang isinya termasuk kategori kampanye di tempat ibadah. "Dan lagi dalam pembahasan rapat, memberikan parcel kepada pejabat, kepala desa dan pihak lainnya, termasuk terindikasi menjadi pelanggaran money politik," tegasnya.

Selain itu, sambung dia, pelanggaran kampanye juga mengadakan pawai atau takbir keliling oleh paslon atau tim kampanye atau parpol. Ia juga meminta kepada tim paslon untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu sara dan atau isu lainnya termasuk ujaran kebencian. "Kami meminta kepada semua pihak untuk tetap mentaati semua ketentuan perundang-undangan pemilu yang berlaku," harapnya.

Sementara itu, Koordinator Takmir Masjid Sidoarjo KH Sholeh Qosim menyambut baik upaya Panwaslu Kabupaten Sidoarjo sebagai langkah pencegahan larangan kampanye di tempat ibadah. "Dengan imbauan ini, penceramah agar dalam berceramah tidak disertai berkampanye," tuturnya.

Hal senada juga  disampaikan oleh Nyoman A selaku anggota FKUB untuk mengoptimalisasi kerukunan antar umat beragama termasuk mencegah isu teroris dijadikan sarana disharmonis antar umat beragama dan termasuk pemanfaatan isu-isu teroris sebagai isu kampanye oleh paslon. "Mengingat pentingnya acara ini segenap peserta meminta agar koordinasi ini dapat dilaksanakan secara intensif," harapnya. (omu/udi)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>