Polisi dan DLKH Buru Pelaku Pembuang Limbah

Rabu, 08 Agustus 2018  15:53

Polisi dan DLKH Buru Pelaku Pembuang Limbah
SIDOARJO (BM) – Kasus pembuangan limbah area parkir truk di kawasan Desa Sidorejo Kec. Krian dekat Bypass Krian, Sidoarjo, mendapat perhatian serius DLKH dan kepolisian setempat. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLKH) Sidoarjo dan kepolisian mendatangi lokasi pembuangan limbah yang di buang secara liar, Rabu (8/8).

Di lokasi, petugas DLHK lansung melakukan pengambilan sample limbah yang sudah bercampur dengan air. Dari atas permukaan saluran yang ada, tampak seperti ada minyak yang tidak menyatu dengan air.

Kabid Penaatan dan Peningakatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Kab. Sidoarjo, Endang, tidak bersedia memberikan komentar. Hanya saja, kata dia, jelas sangat tidak dibenarkan pembuangan limbah secara liar seperti itu. "Buang limbah secara sembarangan itu tidak boleh dan melanggar undang-undang. Bisa kena sanksi hukum bagi yang membuang atau memiliki limbah tanpa mengikuti aturan," ucap Endang.

Endang menambahkan, kedatangannya di lokasi pembuangan untuk mengambil sample limbah untuk dibawa ke laboratorium. Ia belum mengetahui limbah itu dari produksi apa atau lainnya. "Kita ambil samplenya dulu untuk di uji lab dan nanti akan diketahui kandungan dan berasal dari apa," tandasnya.

Dia juga mengajak kepada aparat kepolisian dan kepala desa untuk melakukan investigasi siapa pelaku atau yang membuang limbah secara liar ini. "Kita semua investigasi dan mencari tahu siapa pembuang limbah yang berbau seperti gas elpiji ini," terang Endang.

Kades Sidorejo Kec. Krian Agus Triana menegaskan pembuatan limbah secara liar ini sangat merugikan masyarakat. Terlebih saluran air atau parit ini menjadi perairan sawah atau airnya dibutuhkan untuk sawah. "Parit ini kalau diurut bisa sampai ke sawah Desa Keboharan, dan sebelah sana bisa ketemu Desa Punokawan danlainnya

Pihaknya juga sudah memanggil orang  yang diminta menjaga area parkiran oleh pemilik lahan. "Jika merugikan dan meresahkan masyarakat, area ini saya minta untuk ditutup. Karena yang terjadi adalan salah fungsi," tegasnya. (omu/udi)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>