SMA Double Track Ancam Keberadaan SMK

Selasa, 14 November 2017  21:51

SMA Double Track Ancam Keberadaan SMK
SURABAYA (BM) – Siswa SMA di Jatim akan mendapat keterampilan tambahan. Program SMA double track mulai dijalankan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim tahun depan. Untuk sementara, fokus kepada kabupaten yang ada di Madura dengan sasaran sekolah swasta dan beberapa sekolah negeri yang letak geografisnya berada di daerah terpencil.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengatakan, SMA double track itu diporsikan pada ekstrakurikuler atau di luar jam pelajaran utama. Bisa dilaksanakan pada hari Sabtu atau saat sore hari seusai pulang sekolah. Keterampilan yang diajarkan berupa pilihan. Program ini minimal dilaksanakan selama satu tahun.

“Misalkan fokus ke siswa kelas 12, kemudian didaftarkan ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk sertifikasinya dan mereka setelah lulus dapat ijazah SMA ditambah sertifikasi profesinya dari BNSP,” kata dia usai membuka rapat koordinasi dan sinkronisasi program kepala SMA swasta se Jatim, Selasa (14/11).

Dia menjelaskan, SMA double track ini sangat dibutuhkan. Pasalnya, tidak semua lulusan SMA di Jatim melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ini bisa dilihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Jatim yang berada di angka 30 persen. Padahal, APK pendidikan menengah Jatim hampir menyentuh 80 persen. Artinya, ada sekitar 50 persen anak SMA atau SMK yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Saiful menyatakan, sekolah yang ingin mengikuti program double track bisa mengajukan ke Dindik Jatim. Kemudian dipilah mana yang layak dan tidak. Selanjutnya Dindik yang mengatur programnya. “Sementara fokus ke Madura tahun depan. Kita pilah dulu mana yang layak dan tidak. Sementara hanya swasta, negerinya sedikit untuk daerah terpencil,” ujar mantan Kepala Badiklat Jatim ini.

Hanya saja, lanjut Saiful, SMA double track dapat mempengaruhi keberadaan SMK. Kalau SMA diberi keterampilan, nanti bisa tersedot ke SMA semua siswanya. “Jadi, ada komentar kepala SMA yang menggunakan keterampilan. Mereka muridnya makin meningkat dibanding sebelumnya,” tuturnya. Jadi, vokasi itu tujuan utama. Pihaknya tidak melihat itu hanya SMK, tapi vokasi atau keterampilan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Akhmad Sukardi yang hadir dalam rapat itu mengapresiasi program SMA double track. SMA double track dianggap model baru yang bisa meningkatkan keterampilan siswa. “Artinya, bagi mereka yang tidak meneruskan ke pendidikan tinggi, bisa diberikan keterampilan. Ini sangat bisa dirasakan dan bisa ditingkatkan,” katanya.

Dia menjelaskan, SMA/SMK memang baru setahun dikelola provinsi. Semakin lama dikelola, maka bisa dirasakan manfaatnya. Apalagi, untuk menyamakan standar memang cocok kalau dikelola provinsi. “2018 sudah mulai dan fokus ke Madura yang indeks pembangunan manusianya (IPM) agak rendah,” tandasnya. (sdp/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>