Tiga Karyawan Tewas Keracunan Gas Nitrogen

Senin, 10 Juni 2013  00:32

Tiga Karyawan Tewas Keracunan Gas Nitrogen

GRESIK (BM) – Nahas menimpa pekerja pabrik PT Wilmar Nabati Indonesia. Saat membersihkan tabung yang digunakan untuk memproduksi minyak goreng, menghirup gas beracun. Tiga orang tewas dan lima lainnya harus dilarikan ke RS Semen Gresik untuk mendapatkan perawatan.

Ketiga korban tewas yakni Saifullah (38), asal Pasuruan, Herman Hidayat (32), asal Bondowoso, dan Saiful Anwar (24), asal Bulungan, Kalimantan Timur.

"Kejadian sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu (8/6) malam. Ketiganya hendak melakukan perbaikan tangki kosong (tempat minyak goreng di Plain 3) dalam rangka perawatan tangki lebih awal dari jam kerja tanpa sepengetahuan supervisor," ungkap Humas PT Wilmar Nabati Indonesia, Muhammad Wahib, Minggu (9/6).

Setelah dilakukan kontrol oleh Nanang (supervisor), kata Muhammad Wahib, supervisor mendengar teriakan minta tolong dari dalam tangki kosong.

"Mendengar suara, akhirnya supervisor memanggil dan meminta bantuan 5 petugas keamanan untuk mengamankan ketiga korban," katanya.

Namun, saat kelima petugas keamanan masuk ke dalam tanki kosong yang akan diperbaiki, kelimanya ikut menghirup gas nitrogen yang ada di dalam tangki hingga akhirnya lemas.

"Beruntung, kelimanya bisa segera diselamatkan dan menjalani rawat inap," imbuh Muhammad Wahib.

Sedangkan identitas kelima korban rawat inap yakni Daulat Setya (29), Achmad Muklisin (25), Eko Andalas Setyo (31), Adisaputro (28), dan Devi Hananto (24).

"Semua biaya kita tanggung serta kita juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang ditinggalkan," janjinya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Nur Hidayat saat dihubungi Bertia Metro membenarkan insiden keracunan yang menimpa karyawan PT Wilmar Nabati Indonesia.

"Ya, memang benar ada kejadian yang diduga akibat keracunan gas saat bekerja. 3 orang meninggal dunia dan 5 orang rawat inap," katanya.

Meskipun diduga, kematian tiga orang pekerja pabrik tersebut karena menghirup gas nitrogen, tapi pihak kepolisian belum berani mengungkap secara pasti dan jelasnya. Alasannya, menunggu hasil dari tim labfor serta keterangn dari pekerja yang selamat.

“Kita masih belum banyak mendapat keterangan. Karena korban (rawat inap) masih belum bisa memberikan banyak keterangan," ujarnya. (det/yoc)

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>