USBN Dimulai, Gubernur dan Kepsek se Jatim Tahajud Bersama

Senin, 04 Maret 2019  18:51

USBN Dimulai, Gubernur dan Kepsek se Jatim Tahajud Bersama

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memantau pelaksanaan USBN di SMAN 1 Surabaya, Senin (4/3/2019)

SURABAYA (BM) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ingin menghadirkan ruh, jiwa, dan doa untuk mendukung para siswa dan siswi SMU dan Aliyah di Jawa Timur yang sedang menjalani Ujian Sekolah Berstandar Nasional ( USBN).

Karena alasan tersebut dia mengajak seluruh wali murid dan kepala sekolah termasuk jajaran Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk berpuasa selama digelar USBN. "Kami tadi juga salat tahajud dan salat hajat bersama di Grahadi untuk menghadirkan ruh, jiwa, dan doa untuk kelancaran USBN di Jawa Timur," kata Khofifah usai meninjau pelaksanaan USBN di SMAN 1 Surabaya, Senin (4/3/2019).

Menurut dia, USBN adalah penentu 100 persen kelululusan siswa, karena itu ikhtiar teknis maupun non teknis selayaknya dilakukan oleh semua pihak.

Seperti diketahui, pada Senin (4/3) dinihari, Khofifah, Wagub Emil Dardak, kepala sekolah dan jajaran Dinas Pendidikan menggelar sahur bersama di Gedung Negara Grahadi.  Sebelum sahur, digelar salat tahajud dan salat hajat bersama.

Khofifah menjelaskan, inisiasi puasa bersama selama anak-anak ujian bermula saat ia memberikan pembekalan para 5000 siswa siswi SMA SMK di Unair pada Jumat pekan lalu.

Saat itu, Khofifah banyak mendapatkan permintaan dari seluruh siswa agar didoakan lulus dan lancar dalam menjalankan ujian.

"Jadi nggak biasanya siswa yang saya salami itu semua minta didoakan supaya lulus ujian.  Bahkan saat tausyiah saat ditanya oleh ustad apakah ada yang masih gelisah,  ternyata banyak yang angkat tangan," kata Khofifah.

Oleh sebab itu,  Khofifah menegaskan pada para siswa yang hadir bahwa ia akan mendampingi siswa Jawa Timur dalam ujian. Bahwa ia,  wagub Emil Dardak dan Dinas Pendidikan Jatim akan berpuasa untuk anak-anak semua.

Lebih lanjut ikhtiar ini dikatakan wanita yang juga Mantan Menteri Sosial ini,  adalah bagian dari Jatim Berkah.  Bagian dari upaya memohon keberkahan agar Allah menambahkan kebaikan pada upaya yang dilakukan bersama jelang ujian USBK.

"Karena sebenarnya keberkahan adalah ziyadatul khoiroh, tambahnya kebaikan.  Rasanya ini akan kita desiminasikan yang lebih riil lagi ke depannya," tegas Khofifah.

Suasana Grajadi dini hari tersebut pun menjadi semakin khusyuk dengan adanya istighosah bersama dan juga guyub saat makan sahur bersama.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman mengatakan Senin (4/3) adalah hari pertama pelaksanaan USBK atau USBN. Dimana di Jawa Timur ini sudah tahun ketiga ujian menggunakan komputer.

"Dan yang tahun ini ada inovasi baru menggunakan smartphone. Sebab anak-anak kita di era millenial ini sangat akrab dengan smartphone. Karena sudah tahun ketiga Insya Allah tidak ada yang berat, dengan dukungan ibu gubernur  semua menjadi ringan," katanya.

Saiful Rahman mengatakan, untuk SMA-SMK peserta ujian kali ini, semuanya menggunakan smartphone.  "Pakai smartphone semua, Jatim satu-satunya di Indonesia yang semuanya ujian pakai smartphone."

 

Sidak

Gubernur Khofifah Indar Parawansa sidak pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer dan Smartphone (USBN BKS).

Khofifah pun sidak mulai dari SMA Hang Tuah 1 Surabaya, SMAN 5 Surabaya, SMAN 2 Surabaya hingga SMAN 1 Surabaya.

Khofifah melihat para peserta ujian yang menggunakan laptop dan smartphone. Menurutnya, penggunaan teknologi bisa meminimalisir biaya. Selain itu, penggunaan teknologi bisa menghilangkan potensi kebocoran soal-soal.

"Nggak mungkin bocor karena loginnya kan di dalam ruang kelas gitu dan masing-masing anak akan mendapatkan soal yang berbeda, dari sisi itu tidak lagi ada pencetakan soal seperti dulu, dulu kan ketika soal itu dicetak mencetaknya sudah berbiaya tinggi, mengirimnya berbiaya tinggi lagi, potensi kebocorannya juga ada," kata Khofifah di SMAN 1 Surabaya, Senin (4/3/2019).

Khofifah menambahkan, Dinas Pendidikan Jatim juga telah menyiapkan 5.000 jenis soal yang berbeda. Untuk itu, siswa tidak bisa mencontek satu sama lain.

"Saya rasa kita akan bisa menjaga akuntabilitas dari pelaksanaan USBN karena soal yang disiapkan oleh Kadisdik Pemprov itu 5.000 lebih. Jadi bisa dipastikan kalau satu kelas seberapapun siswanya, maksimum kan 40 siswa, ya masing-masing akan fokus pada laptop atau komputer atau smartphonenya. Karena soalnya bisa dipastikan berbeda antara satu siswa dengan siswa lainnya," imbuh Khofifah.

Meski menggunakan gawai, Khofifah juga tidak khawatir jika siswa akan memanfaatkan google atau membuka pesan di whatsApp. Pasalnya sistem yang digunakan sudah otomatis mengunci.

"Karena sistem itu sudah dilock ketika dia login soal-soal USBN. Nah tentu harapannya adalah ini akan membangun karakter anak didik kita bahwa memang kejujuran itu menjadi bagian penting yang harus dipertaruhkan pada saat ujian akhir," pungkas Khofifah. (kom/det/tri/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>