Dahului Praperadilan, KPK Limpahkan Berkas Novanto

Rabu, 06 Desember 2017  17:40

Dahului Praperadilan, KPK Limpahkan Berkas Novanto

Setya Novanto didampingi kuasa hukumnya keluar dari gedung KPK.

JAKARTA (BM) - Berkas perkara tersangka kasus korupsi proyek E-KTP, Setya Novanto, dinyatakan lengkap. Siang kemarin, Rabu (6/12) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas Novanto ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

 "Mau limpahkan kasus SN siang ini juga ke PN Jakpus," ujar Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, saat dihubungi oleh wartawan, Rabu (6/12).

Sedangkan tim kuasa hukum Setya Novanto tampak mendatangi Gedung KPK untuk mendampingi kliennya tersebut melengkapi administrasi.

Tiga pengacara Novanto datang secara bergantian yaitu Maqdir Ismail, Otto Hasibuan lalu disusul Frederich Yunadi.

Kabar berkas perkara Novanto lengkap atau P21 disampaikan kemarin oleh Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, juga telah menyatakan bahwa lembaganya akan melimpahkan berkas perkara Novanto sebelum sidang praperadilan yang dijadwalkan besok (Kamis, 7/12). 

 

Reaksi Novanto

Ketua DPR Setya Novanto didampingi kuasa hukumnya menyelesaikan pelimpahan berkas setelah dinyatakan lengkap oleh KPK, Rabu (6/12/2017).

Setelah selesai, Novanto keluar dari dalam gedung KPK dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun alias bungkam saat diberondong pertanyaan oleh awak media.

Ketua Umum Partai Golkar itu terus berjalan menembus kerumunan wartawan yang menunggunya di halaman depan gedung KPK.

Novanto terlihat tenang berjalan menuju mobil tahanan dengan pengawalan petugas KPK.

Berbagai pertanyaan dari awak media, seperti soal berkas penyidikannya yang telah lengkap sampai soal kesiapannya menghadapi persidangan kasus e-KTP, tidak digubrisnya.

Sampai masuk ke mobil tahanan, Novanto tetap bungkam.

Salah satu pengacara Novanto, Maqdir Ismail, mengatakan, kliennya sudah siap dengan pelimpahan berkas ini. Dia mendampingi proses itu bersama pengacara lain Novanto, Fredrich Yunadi.

"Ya, enggak ada masalah, beliau sudah siap," ujar Maqdir.

Sementara Fredrich menyatakan, Novanto tidak bisa berbuat banyak terhadap proses ini meskipun pihaknya protes lantaran KPK belum memeriksa sekitar sembilan saksi dan ahli yang diajukan untuk meringankan.

"Bagaimana (Novanto) bisa berkeberatan, yang punya kuasa siapa, harus tahu dong, kita tidak berdaya di sini," ujar Fredrich.

 

Periksa 99 Saksi

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyatakan, sudah memeriksa 99 saksi selama proses penyidikan kasus korupsi KTP elektronik dengan tersangka Ketua DPR Setya Novanto.

"Sejak penyidikan dilakukan pemeriksaan sekitar 99 orang saksi," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Menurut Febri, saksi tersebut cukup banyak, meliputi pihak swasta, konsorsium, anggota, mantan anggota DPR, dan saksi-saksi baru.

"Juga dari notaris pengacara ada yang kami periksa. Dan (dari) pihak Kementerian Dalam Negeri, serta pihak lain," ujar Febri.

Selain saksi-saksi, lanjut Febri, pihaknya juga telah memiliki sejumlah bukti, baik bukti yang ada di dalam maupun di luar negeri.

Dengan telah memeriksa para saksi dan memegang bukti-bukti, KPK yakin dengan proses kasus Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta nanti.

"Kami yakin dengan kekuatan bukti yang kami ajukan ke PN Jakpus ini dan akan diproses di Pengadilan Tipikor nanti," ujar Febri. (kom/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>