Dihadang di Kawasan Kenjeran, Wisnu Wardhana Ditangkap!

Rabu, 09 Januari 2019  19:39

Dihadang di Kawasan Kenjeran, Wisnu Wardhana Ditangkap!

Wisnu Wardhana memakai topi hitam saat ditangkap petugas Kejari Surabaya di Jalan Kenjeran, Surabaya.

Surabaya (BM) – Mantan Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana (WW) ditangkap tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dalam statusnya sebagai buron. Kajari Surabaya Teguh Hermawan mengakui, tak mudah menangkap WW.

Teguh mengatakan kalau WW cukup licin sehingga penangkapannya memerlukan cukup banyak waktu. WW ditangkap setelah ia buronan selama tiga minggu.

"Jadi dia memang cerdik, pindah-pindah tempat. Salah satu modusnya adalah menggunakan KTP palsu," ujar Teguh kepada wartawan di Kejari Surabaya, Jalan Sukomanunggal, Rabu (9/1/2019).

Dengan KTP palsu itu, kata Teguh, cukup mudah bagi WW untuk berpindah-pindah tempat. Selama tiga minggu buron, petugas dari Kejari Surabaya tak menemukan jejaknya.

Petugas baru menemukan jejak WW pada Selasa (8/1) malam. Informasi keberadaan WW diteruskan pagi harinya saat dijemput anaknya di Stasiun Pasar Turi. Saat itulah petugas percaya bahwa sosok tersebut adalah WW.

"Kami mengintai sejak semalam. Kemudian menemukan titik awal di Stasiun Pasar Turi dan kami buntutin hingga kami hadang di Jalan Kenjeran," kata Teguh.

Penangkapan eks Ketua DPRD Surabaya ini berlangsung dramatis. Mobil yang dikendarainya sempat menabrak motor petugas yang menghadangnya. Beberapa kali mobilnya digedor, WW tak keluar dari mobilnya. Namun setelah diancam kaca mobil hendak dipecahkan, WW akhirnya menyerah dan akhirnya digelandang ke Kejari Surabaya.

Usai menjalani pemeriksaan administratif selama hampir satu jam, WW akhirnya mengenakan rompi warna pink bernomor 09 bertuliskan Pidsus Kejari Surabaya. Pada pukul 08.00 WIB WW dibawa ke Lapas Klas I Surabaya di Porong.

Kepada wartawan, Mohammad Teguh Darmawan, Kepala Kejari Surabaya mengatakan, penangkapan terhadap WW untuk melaksanakan putusan MA yang telah berkekuatan hukum tetap. “Sesuai putusan MA, Wisnu Wardhana dinyatakan bersalah dan divonis 6 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu Mohamad Ma’ruf Syah, kuasa hukum WW mengatakan, pihaknya bakal mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas vonis 6 tahun penjara yang dijatuhkan MA terhadap kliennya. “Saya mau temui Pak WW ke Lapas Porong dan kami akan langsung ajukan PK,” ujarnya.

Menurut Ma'ruf ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa sebuah kebijakan yang diambil tidak bisa dipidanakan sebab WW tidak menerima materiil dari kebijakan yang diambil. “Jadi putusan PK inilah yang nantinya akan kami buat novum (bukti baru) untuk mengajukan PK,” jelasnya.

Ma'ruf menambahkan, selain putusan MK, dirinya juga meyakini bahwa WW tidak bisa disalahkan dalam kasus ini. Hal itu dibuktikan dengan bebasnya terdakwa lain yakni Dahlan Iskan. “Perannya sama, kebijakan yang dibuat sama, tapi kenapa yang satu bebas dan yang satu dinyatakan bersalah,” tegasnya.

Perlu diketahui, WW terjerat kasus korupsi pelepasan aset PT PWU pada 2013 silam. Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan WW menyatakan banding.

Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi Surabaya kemudian mengubah vonis WW menjadi 1 tahun penjara. Atas vonis tersebut, Kejari Surabaya lantas mengajukan kasasi. Di tingkat kasasi itulah, MA malah menjatuhkan vonis 6 tahun penjara terhadap WW.

Saat proses pelepasan aset PT PWU, WW menjabat sebagai Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset. Pelepasan aset itu dilakukan tanpa mengikuti prosedur, sehingga merugikan negara sebesar Rp 11 miliar.

 

Kronologi

Mobil warna hitam bernopol M 1732 HG yang melintas di Jalan Lebak Jaya Kenjeran, tiba-tiba saja laju kendaraannya dihalangi motor. Perang klakson pun terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Warga dan pengguna jalan yang mengetahui heran dengan aksi sopir mobil yang terus membunyikan klakson itu.

Untuk menghentikan laju mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan 2 orang tersebut, motor Spacy warna putih itupun sengaja diparkir di depan mobil. Namun sopir mobil makin nekat dan berusaha melarikan diri masuk ke gang di sekitarnya.

Upaya melarikan diri pun gagal karena dihalang-halangi beberapa orang. Apalagi orang-orang tersebut menggedor-gedor mobil. Aksi gedor menggedor itupun menjadi perhatian warga. Bahkan seorang anggota TNI yang sedang melintas ikut melihat apa gerangan yang terjadi.

Merasa tidak bergerak, mobil tersebut nekat menerobos motor Spacy yang sengaja diparkir di depannya. Akibatnya, motor tersebut terlindas hingga mengeluarkan asap.

Melihat ulah mobil Sigra nekat melindas motor, tampak mobil Kijang Innova yang sebelumnya ada di belakang, langsung melaju menghentikan mobil Sigra tersebut. Beberapa orang yang turun dari mobil di belakangnya pun ikut menggedor-gedor.

"Turun, turun, turun," teriak beberapa pria di depan mobil tersebut.

Rupanya, usut punya usut mobil Daihatsu Sigra itu ditumpangi buronan Kejari Surabaya, Wisnu Wardhana. Wisnu terpidana kasus penjualan aset PT PWU (Panca Wira Usaha). Saat itu Wisnu Wardhana berada di dalam mobil bersama salah satu anaknya.

Sedangkan mobil Kijang Innova yang berhenti di depan Sigra merupakan Kasi Intel Kejari Surabaya I Ketut Kasna Dedy. Ya, pihak kejari berhasil menangkap Wisnu Wardhana pukul 06.15 WIB. Saat itu kasi intel yang memakai kemeja putih hampir ditabrak mobil Sigra tersebut.

"Awas bapak, bapak awas, minggir," teriak beberapa pria yang mendampinginya.

Kasi intel dan beberapa orang berusaha melakukan komunikasi, namun pemilik dan penumpang mobil tak kunjung membuka jendela.

Setelah beberapa menit bertahan di dalam mobil, seorang pria berjaket biru, bertopi hitam dan menggunakan masker keluar. Rupanya pria tersebut adalah Wisnu Wardhana.

Disusul anaknya yang terus menghalang-halangi penangkapan bapaknya.  "Bapak, bapak...," teriak anaknya.

Wisnu Wardhana pun dimasukkan ke mobil Innova dan meninggalkan lokasi kejadian. Sementara itu petugas kejari mengeluarkan motor yang terlindas tersebut. Mobil Sigra dan motor Sapcy itu pun dibawa ke Polsek Tambaksari. Sementara arus lalu lintas di lokasi yang sempat macet, akhirnya mencair.(arf/det /tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>