Dijemput Bareskrim, Henry J Gunawan Ditahan

Rabu, 08 Agustus 2018  17:54

Dijemput Bareskrim, Henry J Gunawan Ditahan

Henry J Gunawan (kanan) saat tiba di kantor Kejari Surabaya, Rabu (8/8/2018).

SURABAYA (BM) - Penyidik Bareskrim Mabes Polri menjemput Henry J Gunawan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (8/8/2018). Henry kemudian dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya untuk menjalani pelimpahan tahap dua kasus dugaan penggelapan dana investor Pasar Turi.

Dari pantauan Berita Metro, sekitar pukul 10.00 WIB Henry masih menjalani sidang kasus Pasar Turi di PN Surabaya. Saat itu sidang yang seharusnya digelar dengan agenda pembacaan tuntutan akhirnya terpaksa ditunda.

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku belum siap dengan tuntutannya. “Kami minta waktu satu minggu karena tuntutan belum siap,” ujar JPU kepada majelis hakim yang diketuai Rochmad.

Hakim Rochmad pun akhirnya mengabulkan permintaan JPU yang meminta agar sidang kali ditunda hingga minggu depan. “Baik, sidang kami ditunda hingga pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan,” kata hakim Rochmad sembari menutup sidang.

Usai sidang ditutup, sejumlah petugas Bareskrim berpakaian preman langsung menghampiri Henry. Mereka meminta agar Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa ini mengikutinya menuju mobil yang telah disiapkan. Henry pun terlihat bingung saat itu.

Henry sempat meminta izin ke petugas untuk menelpon seseorang. Saat Henry sibuk menelepon, salah satu petugas lantas meminta agar Henry segera ikut ke kantor Kejari Surabaya. Tanpa perlawanan Henry akhirnya mengikuti perintah tersebut.

Sementara itu usai dua jam menjalani pelimpahan tahap dua, Henry langsung ditahan oleh Kejari Surabaya. Nantinya Henry akan ditahan di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Surabaya.

 “Untuk mempercepat proses hukum, kami lakukan penahanan terhadap tersangka (Henry) di Rutan Medaeng selama 20 hari ke depan,” ujar Teguh Darmawan, Kepala Kejari Surabaya.

Ia memastikan Henry saat ini dalam kondisi sehat. Bahkan saat pelimpahan tahap dua, pihaknya sempat mendatangkan dokter pembanding untuk memeriksa kondisi Henry. “Semua sehat, sudah dicek dan semua dalam kondisi baik,” kata Teguh.

Dalam kasus ini, Henry sebagai Direktur utama PT Gala Bumi Perkasa yang merupakan investor Pasar Turi ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Teguh Kinarto, bos PT Joyo Mashyur dan Heng Hok Soei alias Asoei, bos PT Siantar Top.

Oleh kedua pelapor, Henry dituduh menggelapkan uang sebesar Rp 240 miliar yang digunakan untuk pembangunan Pasar Turi. Atas kasus ini, Henry dijerat dengan pasal 378 KUHP jo 372 KUHP.

 

Hakim Periksa Stan Pasar

Pekan lalu, Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang lanjutan kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Henry J Gunawan, Rabu (1/8/2018), dengan agenda pemeriksaan setempat (PS) di Pasar Turi, Surabaya. Di lokasi, majelis hakim memeriksa stan milik para pedagang Pasar Turi.

Sidang pemeriksaan setempat digelar sekitar pukul 10:00 WIB. Sidang dihadiri majelis hakim yang diketuai Rochmad, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, dan kuasa hukum Henry J Gunawan yaitu Yusril Ihza Mahendra dan Agus Dwi Warsono. Sejumlah pedagang juga turut mengikuti acara sidang ini.

Sebanyak 7 kios stan Pasar Turi diperiksa satu persatu untuk dikroscek dengan keterangan pedagang yang pernah bersaksi di persidangan. Beberapa kios diperiksa dari lantai atas sampai dasar.

Di sidang tersebut, hakim Rochmad terlihat mengecek perlengkapan kios seperti pintu rolling door, plafon, hingga meteran listrik. “Oh ini meteran listrik,” kata hakim Rochmad sembari mengecek meteran listrik.

Pada sidang ini, hakim Rochmad juga sempat berdiskusi dengan sejumlah pedagang yang telah menempati Pasar Turi yaitu Djaniadi alias Kho Ping. “Ini kios saya pak. Saya punya dua kios,” terang Kho Ping kepada hakim Rochmad.

Sempat terjadi cekcok mulut antara Kho Ping dengan sejumlah pedagang Pasar Turi. Namun beruntung petugas kepolisian sigap meredamkan kericuhan tersebut.

Sekitar satu jam berlangsung, hakim Rochmad beserta JPU Darwis dan Agus Dwi Warsono sepakat untuk menutup sidang pemeriksaan setempat ini. “Baik gini, sidang selesai ya. Sudah ditutup,” tegas hakim Rochmad kepada para pedagang.

Saat pemeriksaan stan, Vero selaku General Manager Pasar Turi Baru menjelaskan kepada hakim Rochmad bahwa terkait biaya listrik memang akan meningkat sesuai abonemen dan sesuai pemakaian. Sedangkan untuk atap stan, jika dipasang plafon memang akan menutupi springkle air (semprotan pemadam api).

“Sebagian pedagang juga untuk menyimpan barang. Jadi kalau memang mau dikasih plafon ya tidak masalah. Tapi sprinkle akan tertutup dan kurang safety,” kata Vero.

Sementara itu usai sidang, Agus Dwi Warsono mengatakan, dari sidang pemeriksaan setempat bisa diketahui bahwa semua perlengkapan kios sudah ada. “Semua bangunan (kios) rolling door, keramik, listrik sudah ada. Namun yang didalilkan mereka (para pedagang) kan listrik yang diminta 900 watt, katanya itu sesuai perjanjian. Tapi itu nanti dibuktikan,” terangnya.

Agus menambahkan, sikap hakim Rochmad terlihat netral saat dirinya juga memeriksa kios milik pedagang yang sudah berjualan. “Agar berimbang dan adil, maka tadi hakim Rochmad juga memeriksa kios milik saksi meringankan yaitu milik pedagang Djaniadi. Tadi Djaniadi juga sudah menjelaskan bahwa pemasangan plafon merupakan kewajiban masing-masing pedagang. Karena pemasangan plafon disesuaikan dengan dijadikan gudang (tempat penyimpanan barang dagangan),” bebernya.

Menurut Agus, jika dilihat dari fisik bangunan maka semuanya sudah siap digunakan untuk berdagang. Perihal bahwa ada persoalan antara Pemkot Surabaya dengan pengembang (PT Gala Bumi Perkasa/GBP), Agus berharap hal itu tidak menghentikan proses berjualan para pedagang.

 “Dagang yang tetap saja dagang. Silahkan teman-teman wartawan tanya sendiri kepada para pedagang yang telah melakukan serah terima kios, kenapa kok tidak mau berdagang karena faktor apa,” jelasnya.

Saat ditanya apakah PT GBP memiliki rencana menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk mencari solusi atas kasus Pasar Turi, Agus tidak membantahnya.

“Tentunya kami sebagai kuasa hukum juga berpikir untuk melangkah ke arah itu (menemui Risma). Niat baik kami bersilaturahmi dengan Bu Wali Kota. Ya mudah-mudahan Bu Wali Kota bisa menerima kita, sehingga kita bisa menyampaikan aspirasi bagaimana baiknya dan mencari solusi bersama. Kalau toh niat baikknya untuk pedagang, Ibu Wali Kota bisa terketuk hatinya untuk duduk satu meja dengan kami,” pungkas Agus. (arf/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>