Ditahan, Fredrich Minta KPK Periksa Kapolri

Senin, 15 Januari 2018  18:47

Ditahan, Fredrich Minta KPK Periksa Kapolri

Fredrich Yunadi (pakai rompi orange)

Jakarta (BM) - Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi meminta KPK memeriksa Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkaitan dengan kasusnya.

Menurut Fredrich, peristiwa kecelakaan pada 16 November 2017 telah disebut polisi sebagai murni kecelakaan. Apabila, KPK menyebut Fredrich melakukan rekayasa, maka menurutnya KPK telah melakukan pelecehan.

"Pelecehan karena di polisi sudah menyatakan murni ini kecelakaan, sekarang KPK menyangsikan," ujar Fredrich di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).

"Kenapa dia (KPK) tidak periksa Kapolri saja?" imbuh Fredrich dengan suara meninggi.

Fredrich dijerat KPK dengan dugaan menghalangi proses penyidikan Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP. Dia ditetapkan tersangka bersama-sama dengan dr Bimanesh Sutarjo, dokter yang menangani Novanto ketika mengalami kecelakaan.

Pada Jumat (12/1) kemarin, keduanya dipanggil sebagai tersangka. Bimanesh datang dan kemudian ditahan.

Namun, Fredrich tidak hadir dengan alasan sedang mengajukan sidang dugaan pelanggaran kode etik di Peradi. Jelang tengah malam, Fredrich pun ditangkap KPK, kemudian ditahan keesokan harinya.

Baik Bimanesh maupun Fredrich diduga memanipulasi data rekam medis Novanto untuk menghindari panggilan penyidik KPK.

 

Boikot KPK

Lebih lanjut, Fredrich Yunadi meminta advokat lain memboikot KPK. "Jadi begini, mereka sudah melecehkan MK (Mahkamah Konstitusi) dan UU Advokat," ucap Fredrich di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).

Fredrich pun mengajak rekan-rekan seprofesinya memboikot KPK. Namun dia tidak menyebutkan akan memboikot KPK seperti apa.

"Saya hanya mengimbau advokat seluruh Indonesia boikot KPK," kata Fredrich.

Selain itu, Fredrich membantah kabur dari KPK ketika dipanggil pada Jumat (12/1) lalu. Saat itu, penyidik KPK langsung bergerak menangkapnya sebelum kemudian ditahan.

Fredrich dijerat KPK sebagai tersangka terkait perintangan penyidikan Setya Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP. Selain Fredrich, dr Bimanesh Sutarjo ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Sebelumnya, Juru bicara KPK Febri Diansyah bersuara soal pernyataan Fredrich Yunadi yang tidak terima atas penangkapan dan penahanan pada dirinya.

‎"Sehubungan dengan pernyataan FY yang mengesankan seolah proses hukum ini menyerang advokat, maka kami mengajak semua pihak untuk tidak menggeneralisasi profesi advokat," kata Febri.

Febri melanjutkan KPK mengetahui banyak sekali advokat yang ketika menjalankan profesi dengan itikad baik, sesuai dengan etika profesi dan tidak berupaya menghalang-halangi penegak hukum dalam bekerja.

"Kita perlu ingat, profesi advokat ataupun dokter adalah profesi mulia. Karena sebagai pihak yang paham hukum, perbuatan menghalang-halangi penanganan kasus korupsi jelas sekali ada ancaman pidananya di Pasal 21 UU Tipikor," ujar Febri. (det/tri/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>