Hamil 9 Bulan, Sales Home Credit Diadili Kasus Penggelapan H

Rabu, 18 April 2018  17:52

Hamil 9 Bulan, Sales Home Credit Diadili Kasus Penggelapan H

Cindy Johana, sales Home Credit menjalani sidang dengan kondisi hamil 9 bulan.

SURABAYA (BM) – Di usia mengandung 9 bulan, terdakwa Cindy Johana harus berjuang mempertanggungjawabkan perbuatannya di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (18/4/2018). Ibu muda karyawan PT Home Credit Indinesia ini diadili atas kasus yang merugikan tempat kerjanya sebesar Rp 5,2 juta.

Cindy menjalani sidang dengan agenda periksaan saksi.

Pada keterangannya, saksi mengaku baru mengetahui bahwa Cindy berurusan dengan kasus penggelapan handpone senilai Rp 5,2 juta setelah dimintai keterangan polisi. “Saya baru tahu saat diperiksa di polisi. Dia (Cindy) bagian sales agen yang menawarkan kredit kepada pelanggan,” jelas saksi.

Usai saksi diperiksa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Putu Karmawan menyampaikan bahwa dirinya berencana akan akan menghadirkan saksi korban Jeffry Hasiholan Silalahi pada sidang berikutnya. Namun lantaran usai kehamilan Cindy sudah masuk bulan akhir, ketua mejelis hakim Agus Hamzah akhirnya menolak rencana JPU Karmawan. “Langsung dibacakan saja keterangan saksi korban. Kan sudah di bawah sumpah, karena kandungan terdakwa sudah 9 bulan,” ujar hakim Agus.

JPU Karmawan pun sepakat dan akhirnya membacakan keterangan saksi korban dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Atas keterangan saksi korban yang dibacakan, Cindy tak menyangkalnya. “Benar semua ya? Kita lanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa,” kata hakim Agus kepada Cindy.

Saat ditanya hakim Agus, mengapa dirinya memberikan handphone kepada orang lain yang notabene bukan saksi korban yang mengajukan kredit, Cindy tak bisa menjawabnya. “Kok bisa Anda memberikan itu kepada orang lain, padahal mereka bukan suruhan dari korban yang ajukan kredit HP,” tegas hakim Agus.

Sementara itu dalam dakwaan dijelaskan, di Toko Apollo Plaza Surabaya Condy menawarkan kredit handpone kepada Jeffry Hasiholan Silalahi. Saat itu identitas korban diminta Cindy, tetapi dari aplikasi yang diisi ternyata tempat tinggal korban masuk dalam daftar blacklist.

Meski mengetahui hal itu, Cindy tetap membantu proses kredit yang akan diajukan dan dijanjikan hasilnya kurang lebih dua minggu. Ternyata untuk mengejar target, daftar aplikasi itu tak diisi dengan nama Jeffry, melainkan dialihkan ke orang lain meski masih menggunakan identitas korban.

Buktinya, tiba-tiba Jeffry yang belum menerima handpone kreditan ternyata tetap ditagih untuk angsurannya. Mengetahui itu, Jeffry lalu mendatangi kantor PT Home Credit Indonesia dan akhirnya kedok Cindy terbongkar.(arf/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>