Kakanwil Kemenag Jatim Ajukan JC

Selasa, 14 Mei 2019  19:46

Kakanwil Kemenag Jatim Ajukan JC

Kakanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin

Jakarta (BM) - Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur Haris Hasanuddin,yang telah menjadi tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag  mengajukan sebagai justice collaborator (JC) ke KPK.  "HRS (Haris Hasanuddin) mengajukan diri menjadi JC," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).

Meski demikian, KPK terlebih dahulu akan mempertimbangkan berbagai syarat untuk menerima atau tidak pengajuan JC itu. Menurut Febri, KPK juga akan melihat seberapa signifikan keterangan Haris dalam persidangan kasus tersebut.

"Nanti akan dilihat seberapa signifikan keterangan di persidangan dan juga konsistensi yang bersangkutan," sebutnya.

Dalam perkara ini, Haris bersama eks Ketum PPP Romahurmuziy dan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag.

Haris dan Muafaq diduga memberikan duit ke Romahurmuziy yang merupakan anggota Komisi XI DPR RI sebesar Rp 300 juta. Duit tersebut diduga diberikan Haris dan Muafaq agar Rommy membantu proses seleksi jabatan yang diikuti keduanya.          

 

Periksa Sekjen Kemenag

Sebelumnya, KPK kembali memeriksa Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Nur Kholis Setiawan terkait kasus dugaan suap yang menjerat eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy). KPK perlu mendalami lebih detail terkait proses seleksi jabatan hingga penyerahan nama ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Ada beberapa hal yang cukup detail yang kami klarifikasi terkait dengan proses seleksi itu sendiri, baik yang berjalan di panitia seleksi itu sendiri ataupun jika ada pihak lain untuk mempengaruhi proses seleksi tersebut sampai tiga nama diusulkan ke Menteri Agama," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Febri mengatakan KPK terus melakukan proses penyidikan terhadap para tersangka dalam kasus tersebut. Febri menjelaskan proses penyidikan terhadap tersangka Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi sudah memasuki tahap finalisasi dan segera dilanjutkan ke tahap berikutnya.

"Penyidikan HRS dan MFQ sedang kami finalisasi, semoga tidak terlalu lama proses penyidikan selesai dan akan dilanjutkan ke proses selanjutnya," kata Febri.

Dalam permeriksaan hari ini, Nur Kholis mengaku hanya dimintai konfirmasi ulang mengenai seleksi jabatan dan membantah adanya manipulasi dokumen. Nur Kholis diperiksa dalam posisinya sebagai Ketua Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag

"Ya terkait panitia seleksi. Kan Selasa tanggal 7 Mei kita semua dipanggil, saya, sekretaris pansel, anggota pansel dipanggil memberikan keterangan, ternyata ada yang perlu dikonfirmasi, saya dipanggil hari ini," kata Nur Kholis saat keluar gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (13/5).

"Nggak ada manipulasi dokumen," sebutnya.

Dalam kasus ini, Romahurmuziy, sebagai anggota DPR, diduga menerima suap dari Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi. Total duit suap yang diduga diterima eks Ketum PPP itu berjumlah Rp 300 juta.

KPK menduga Haris dan Muafaq memberikan suap kepada Rommy untuk membantu proses seleksi jabatan keduanya. Namun KPK juga menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag karena posisi Rommy di Komisi XI yang tidak memiliki wewenang dalam pengisian jabatan di Kemenag. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>