Kasus BLBI, KPK Desak Pengacara Hadirkan Sjamsul Nursalim
Febri Diansyah
By: admin
11 Jun 2019 18:19
 
 

JAKARTA (BM) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak Kuasa Hukum tersangka kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim (SJN) dan Itjih Nursalim untuk dihadirkan ke hadapan penyidik KPK. Seperti diketahui, Sjamsul Nursalim telah lama ditetapkan sebagai buronan.

"KPK memandang akan lebih baik jika pihak kuasa hukum SJN dan ITN membantu menghadirkan para tersangka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar para tersangka juga dapat memberikan keterangan sesuai dengan data dan apa yang diketahui," Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (11/6).

Sementara itu, Pengacara Sjamsul Nursalim, Maqdir Ismail, menilai penetapan kliennya sebagai tersangka oleh KPK dalam BLBI tidak masuk akal.

Salah satu alasannya, kata dia, pada 1998 pemerintah dan Sjamsul telah menandatangani perjanjian Master Settlement and Acquisition Agreement (MSAA) atas seluruh kewajiban BLBI yang diterima Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).   

Penetapan tersangka pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Sjamsul Nursalim dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dinilai janggal.

Pengacara Sjamsul Nursalim, Magdir Ismail menilai kliennya telah menandatangani perjanjian Master Settlement and Acquisition Agreement (MSAA) atau yang merupakan penyelesaian kewajiban pemegang saham atas seluruh kewajiban BLBI yang diterima BDNI di tahun 1998.

“Di tahun 1999, perjanjian MSAA itu telah terpenuhi yang disahkan dengan penerbitan Surat Release and Discharge (R&D), pembebasan dan pelepasan) serta dikukuhkan dengan Akta Notaris Letter of Statement,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (11/6).

Kedua surat itu menyatakan bahwa seluruh kewajiban Sjamsul telah terselesaikan, serta membebaskan dan melepaskan dirinya serta afiliasinya dari segala tindakan hukum yang mungkin ada terkait BLBI.

BPK, sambungnya, telah mengkonfirmasi kewajiban Sjamsul dalam audit tahun 2002.

“Dengan demikian, sejak tahun 1998-1999 seluruh aset termasuk hutang petambak Dipasena telah sepenuhnya milik dan di bawah kendali pemerintah. Apakah akan diberikan keringanan (haircut), dihapuskan, ataupun dijual sudah sepenuhnya kewenangan pemerintah, bukan lagi kewenangan SN,” tegasnya.

Adapun kasus yang kini membelit Sjamsul merupakan buntut dari pengembangan atas perkara mantan kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung. Syafruddin sendiri telah divonis 15 tahun penjara karena dianggap telah secara salah menghapuskan utang petambak Dipasena kepada BDNI pada tahun 2004.

“Padahal, baik sebelum maupun sesudah 2004, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menegaskan dan mengkonfirmasi bahwa Sjamsul telah memenuhi seluruh kewajibannya berdasarkan perjanjian MSAA yang dibuat oleh pemerintah dan Sjamsul pada tahun 1998,” sambungnya.

Menurut Maqdir, penetapan tersangka tersebut bersumber dari Surat Keterangan Lunas (SKL) yang merupakan tindakan administratif dari pimpinan BPPN.

“Jadi kalau terjadi kerugian negara akibat penjualan asset Dipasena, dapat dipastikan hal itu terjadi bukan atas persetujuan Bapak dan Ibu Sjamsul Nursalim,” tandasnya.

 

Bisnis Sjamsul Nursalim

Bila menyebut nama Sjamsul Nursalim setidaknya ada 3 perusahaan yang memiliki keterkaitan. Pertama adalah PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), Kedua PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan Ketiga PT Bank Dagang Nasional Indonesia yang telah tutup dan masih bermasalah sampai saat ini.

Berdasarkan data dari Forbes, Sjamsul Nursalim tercatat menjadi orang terkaya di Indonesia nomor 36. Dia memiliki kekayaan bersih mencapai US$ 810 juta atau setara dengan Rp 12 triliun (asumsi kurs Rp 14.300/US$).

 

GJTL

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) bermula dari NV Hok Thay Hin yang berdiri pada 1951. Perusahaan ini memproduksi ban luar dan ban dalam sepeda. Sjamsul yang memiliki nama lahir Liem Tjoen Ho, terus mengembangkan usaha ini hingga memproduksi ban sepeda motor pada tahun 1970-an dengan bekerja sama dengan perusahan Jepang Inoue Rubber Company.

Gajah Tunggal terus berkembang dengan memproduksi ban untuk kendaraan roda 4, dengan salah satu merk ternama GT Radial. Nama Sjamsul tidak lagi terlihat dalam kepemilikan GJTL, paling tidak secara langsung.

Namun berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, Sjamsul diduga masih mengendalikan perusahaan ini melalui Denham PTE Ltd dengan kepemilikan 49,5%. Pengendalian Sjamsul diketahui melalui perusahaan Giti Tire yang berbasis di Singapura.  Situs resmi Giti mengungkapkan, Giti Tire secara tidak langsung memiliki 49,7% di GJTL sebagai pemegang saham mayoritas Denham.

MAPI

Berbeda dengan Gajah Tunggal yang disebut-sebut tidak murni didirikan oleh Sjamsul, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) merupakan perusahaan yang didirikan oleh Sjamsul. Perusahaan ritel fashion ini didirikan pada 1995 dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2004.

MAPI memiliki jaringan lebih dari 2.300 toko ritel seperti  Starbucks, Zara, Marks & Spencer, SOGO, SEIBU, Oshkosh B'Gosh, Reebok. Bila anda masuk ke sebuah mal, hampir tak mungkin anda tak jumpa dengan salah satu merk MAPI.

Sjamsul diduga memiliki dan mengendalikan MAPI melalui PT Satya Mulia Gema Gemilang yang tercatat memiliki kepemilikan sebesar 51%.

 

BDNI

Bank ini merupakan satu nama yang dikaitkan dengan Sjamsul, meski cenderung negatif. BDNI diketahui menerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia senilai lebih dari Rp 47 triliun.

Kemudian kewajiban tersebut dikurangi dengan aset sejumlah Rp18 triliun termasuk di antaranya pinjaman kepada petani atau petambak Dipasena sebesar Rp 4,8 triliun.

Belakangan diketahui bahwa kredit kepada Dipasena berstatus macet sehingga tidak bisa ditagih. Hingga 2007, hanya Rp 200 miliar yang bisa ditagih sehingga masih ada kewajiban sebesar Rp 4,58 triliun.

Hal itulah yang kemudian menjadi dasar Sjamsul dan istrinya Itjih Nursalim yang sudah lanjut usia harus duduk di kursi pesakitan KPK.  Keduanya menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi BLBI kepada BDNI dengan kerugian keuangan negara Rp 4,58 triliun. (det/cnbc/tit)


Create Account



Log In Your Account