Keluarga Budi Mulya Ajukan Justice Collaborator

Rabu, 05 Desember 2018  18:43

Keluarga Budi Mulya Ajukan Justice Collaborator

Artis Nadia Mulya dan ibunya, Anne Mulya menyambangi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

JAKARTA (BM) - Keluarga terpidana kasus Bank Century, Budi Mulya, menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018). Kedatangan keluarga Budi yang diwakili Anne Mulya, istrinya dan Nadia Mulya, anaknya, untuk menyerahkan dokumen permohonan sebagai justice collaborator (JC) atas nama Budi.

Budi Mulya merupakan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa. Kini Budi tengah menjalani hukuman setelah divonis bersalah melakukan korupsi terkait pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"Ini juga sebagai bentuk memberikan semangat kepada bapak saya dan meyakini bahwa nanti pasti akan mendapat keadilan," ujar Nadia.

"Dan salah satu bentuk upaya kita adalah memberikan dokumen (pengajuan sebagai JC) yang tadi ditunjukkan ibu saya," sambung dia.

Sementara Anne Mulya mengaku bahwa pihaknya tidak membawa bukti baru saat mengajukan permohonan. Anne hanya berharap langkah tersebut dapat membawa pencerahan bagi KPK dalam menyelidiki kasus itu.

"Kita hanya menyerahkan berkas-berkas yang diperlukan. Jadi suami saya hanya sekadar menjalankan. Dan pencerahan kembali lah untuk dilihat lagi berkasnya. Jadi semua bukti ada di KPK, tidak akan membawa bukti baru," jelas dia.

Pada kesempatan itu, Nadia juga mengapresiasi keseriusan KPK dalam menelusuri kasus Bank Century, misalnya telah memeriksa 23 orang terkait kasus tersebut. Untuk itu, keluarga berharap, KPK dapat membongkar kasus tersebut dengan bantuan Budi sebagai JC. Harapan lain yang mereka sampaikan adalah agar Budi dapat segera keluar dari bui.

"Kita melihat KPK sudah semakin berani untuk mengungkap. Semoga dengan bantuan bapak saya bisa membantu kasus ini menjadi terang benderang dan membuat bapak saya kembali ke rumah," kata Nadia.

Sebelumnya, pada 16 Juli 2014, Budi Mulya divonis 10 tahun penjara di Pengadilan Tipikor. Dia dinyatakan terbukti melakukan korupsi terkait pemberian FPJP kepada Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Hakim mengatakan, Budi terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan primer.

Atas vonis tersebut, KPK mengajukan kasasi. Pada April 2015, Mahkamah Agung menerima kasasi KPK dan menambah hukuman Budi menjadi 15 tahun.

 

Respon KPK

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti pengajuan tersebut. "Andainya beliau melakukan pengajuan permohonan untuk dijadikan JC, biro hukum kami akan lihat dan cek fakta itu," kata Syarif di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Syarif mengatakan, ada sejumlah syarat pengajuan JC. Salah satu syaratnya yakni bersedia membongkar kasus yang lebih besar.

"Kalau JC itu sekarang kita harus lihat dulu salah satu syaratnya JC itu salah satunya dia bukan pelaku utama. Kedua, apakah dia ingin membuka kasus-kasus korupsi yang lebih besar yang intinya dua itu," ungkap dia.

Syarif menegaskan, belum menghentikan penanganan kasus Century. Namun, KPK terkendala karena ada pelaku yang berada di luar negeri.

"Itu kan sedang berjalan itu. Terus terang kendalanya sebagian pelakunya ada di luar negeri. Padahal itu yang utama," kata Syarif.

Sebelumnya, Nadia Mulya menyerahkan dokumen pengajuan JC ke KPK siap tadi. Nadia didampingi ibunya, Anne Mulya, dan pengacara Bonyamin Saiman.

"Salah satu tujuannya ini adalah memberikan semangat kepada bapak saya dan menyakini bahwa nanti pasti akan mendapatkan keadilan. Dan salah satu bentuk upaya kita mengupayakan keadilan bagi bapak kita adalah memberikan dokumen yang barusan dikasih lihat oleh ibu saya," kata Nadia di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).

 

Ada Kemajuan

Sebelumnya KPK menyatakan ada kemajuan dalam proses penyelidikan kasus dugaan skandal Bank Century. Namun, KPK belum menyebut secara spesifik apa kemajuan yang dimaksud.

"Kita ada kemajuan lah. Nanti kita lihat, nanti kita umumkan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

Wakil Ketua KPK lainnya, Alexander Marwata mengatakan saat ini KPK tengah mendalami dugaan keterlibatan pihak lain yang disebut dalam putusan eks Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya. Menurutnya, ada mekanisme yang harus dilakukan KPK sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka.

"Kita ini kan meneruskan apa yang diputuskan oleh Mahkamah Agung, bahwa Budi Mulya di dalam melakukan tindak pidana itu bersama-sama dengan yang lain, kita kan menindak lanjuti itu. Kita sedang melakukan proses penyelidikan untuk mendalami sejauh mana keterlibatan pihak yang disebutkan dan diputus oleh Mahkamah Agung," jelasnya.

KPK memang telah memintai keterangan sejumlah pihak terkait penyelidikan kasus Century. Mereka yang dimintai keterangan antara lain eks Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom, Ketua OJK Wimboh Santoso, eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya hingga mantan Wapres Boediono.(det/kom/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>