Soal Kredit Fiktif PD Pasar Surya, Kejati Periksa 10 Orang

Rabu, 06 Desember 2017  18:58

Soal Kredit Fiktif PD Pasar Surya, Kejati Periksa 10 Orang

Didik Farkhan Alisyahdi

Surabaya (BM) -  Sebanyak 10 orang Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Kota Surabaya telah menjalani pemeriksaan di Kejati Jatim, terkait dugaan kredit fiktif sebesar Rp 13,4 Miliar.

"Iya ditangani kejati dan kami sudah mintai keterangan 10 orang," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi, Rabu (6/12/2017).

10 Orang yang dimintai keterangan, jelas Didik, beberapa di antaranya memiliki jabatan struktural di direksi BUMD milik Pemkot Surabaya. "Tentunya kami periksa yang kami anggap mempunyai kapasitas terkait kasus yang kami dalami," ujar Didik.

Mantan Kepala Kejari Surabaya ini menegaskan pihaknya akan memeriksa dengan memanggil beberapa saksi lagi. Menurutnya, kasus yang sedang didalaminya saat ini sangat terlihat kesalahan yang dilakukan direksi.

"Ini kan utang di luar, sebagai perusahaan daerah meski dikelola secara profesional, harus ada izin dari wali kota," ungkap dia.

Sayang Didik enggan membeberkan lebih detil lagi kesalahan yang dilakukan kasus yang sedang ditangani saat ini. "Itu saja dulu, nanti kalau ada perkembangan kita akan ekspose," tandasnya.

Informasi yang dihimpun, kasus ini bermula dari laporan keuangan PD Pasar Surya tahun anggaran 2016. Saat itu ditemukan ada laporan pendapatan yang dianggap ganjil Rp 13,4 miliar.

Uang tersebut ternyata hasil pinjaman dari koperasi yang diajukan ke BRI untuk pembangunan Pasar Kapasan dan Pasar Keputran. Sesuai aturan Perda No 6 Tahun 2008. Peminjaman uang tersebut melanggar. Seharusnya BUMD boleh jadi penjamin, jika mendapat persejutuan kepala daerah dan sepengetahuan Badan Pengawas (BP).

Sebelumnya, Komisi B DPRD Surabaya yang membidangi masalah ekonomi menyatakan, akan mengusut tuntas persoalan keuangan di PD Pasar Surya yang terindikasi adanya konspirasi dalam pembuatan laporan keuangan tahunan.

 Ketua Komisi B DPRD Surabaya  Mazlan Mansur mengaku, pihaknya telah dikelabuhi dengan laporan keuangan yang tidak benar oleh PD Pasar Surya. “Kami akan telusuri dana Rp 13,4 miliar itu, karena telah mengelabuhi laporan ke kami. Jika tidak ada laporan itu, harusnya mereka rugi Rp 9 miliar, tetapi karena dana pinjaman itu dimasukkan ke rekening, maka bisa muncul laba Rp 6 miliar, walaupun kami juga tahu jika setelah itu dana ditarik lagi,” ujarnya, Senin (4/11)

Politisi PKB ini mengatakan,  dirinya masih akan mengesampingkan soal ketidakkompakan antardireksi, akan tetapi pihaknya fokus pada persoalan penjamin yang menyalahi aturan Perda. Sedangkan dewan pengawas tidak memperhatikan kinerja pejabat PD Pasar, hingga ada persoalan mereka tidak mengetahui.

“Soal penjamin itu harusnya sepengetahuan Kepala Daerah dan Bawas tapi kenapa proses kredit itu kok bisa cair tanpa tahapan itu, makanya saya juga mempertanyakan juga soal kinerja dewas, selama ini kemana,” katanya.

Mazlan menegaskan, terlepas dari persoalan pribadi Bambang Parikesit yang kala itu menjabat Dirut Plt di PD Pasar Surya, dugaan adanya indikasi konspirasi telah mengarah ke tindak pidana yang kini ditangani oleh pihak berwajib. Namun, selaku anggota dewan dirinya tetap mengawal masalah ini sesuai dengan tugasnya menjalankan fungsi kontrol.

“Kami tidak masuk ke ranah hukumnya, karena itu menjadi wewenang pihak-pihak yang terkait, biarkan kasusnya berjalan sebagaimana mestinya. Kami hanya menjalankan tugas dan fungsi kontrol sebagai anggota dewan,” jelasnya.

Mazlan juga meyakini jika kasus cairnya dana Rp 13,4 miliar kepada PD Pasar Surya Surabaya tersebut ada peran beberapa oknum di Bank BRI. Kecurigaanya sangat mendasar, bagaimana bisa  BRI sebagai lembaga perbangkan mempermainkan laju keuangan. Namun semua itu diserahkan pada yang berwajib. “Persoalan ini kami temukan pada saat pembahasan APBD 2018 kemarin, makanya harus dituntaskan, jangan sampai kejadian ini menular ke BUMD yang lain,” pungkasnya. (det/dji/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>