KPK Cocokkan Suara Kajari Pamekasan

Rabu, 09 Agustus 2017  19:22

KPK Cocokkan Suara Kajari Pamekasan

Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya (tengah) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, Rabu (9/8).

JAKARTA (BM) - ‎Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, Rudi Indra Prasetya‎, Rabu (9/8/2017) memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka. Seusai pemeriksaan, Rudi Indra bungkam seribu bahasa. Sementara itu, Ade Yuliawan, Kuasa Hukum Rudi Indra mengatakan kliennya hanya menjalani pengambilan sampel suara.

"Tadi lebih ke pencocokan suara. Mungkin nanti suaranya dicocokkan dengan hasil telepon," ucap Ade Yuliawan di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kata Ade, pemeriksaan kliennya merupakan yang perdana, belum masuk pada materi perkara. "Untuk hari ini hanya pencocokan suara, mungkin dalam waktu dekat akan diperiksa lagi soal pendalaman materinya," tambah Ade Yuliawan.

Sebelumnya diinformasikan. lima tersangka kasus dugaan suap kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan terkait dugaan penyelewengan Dana Desa di Kabupaten Pamekasan diperiksa KPK.

Sekitar pukul 10.30 WIB, Sutjipto Utomo dan Noer Salehhoeddin yang diperiksa untuk tersangka Agus Mulyadi tiba di Gedung KPK Jakarta Selatan, diantar mobil tahanan.

Berselang 15 menit kemudian, Rudi Indraprasetya Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan (nonaktif) yang diperiksa untuk Achmad Syafii Yasin datang, dan langsung masuk ruang pemeriksaan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK masih menggali keterangan dari para tersangka dalam pemeriksaan lanjutan hari ini, untuk mengetahui peran masing-masing tersangka, dan kemungkinan keterlibatan pihak lainnya.

Seperti diketahui, Rabu (2/8/2017), Tim KPK menggelar ott atas kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura.

Selain mengamankan 10 orang yang diduga terkait, KPK juga mendapatkan barang bukti berupa uang sebanyak Rp250 juta di Rumah Dinas Kajari Pamekasan.

Uang itu diduga sebagai suap dari Kepala Desa Dasok, supaya Kejaksaan Negeri Pamekasan tidak menindaklanjuti laporan LSM atas dugaan penyimpangan proyek perbaikan jalan dari Alokasi Dana Desa, yang nilainya Rp100 juta.

Sesudah memeriksa dan melakukan gelar perkara, KPK menetapkan lima dari 10 orang yang tertangkap sebagai tersangka.

Kelima tersangka itu adalah Achmad Syafii Yasin Bupati Pamekasan, Rudi Indraprasetya Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, Sutjipto Utomo Kepala Inspektorat Kabupaten Pamekasan, Agus Mulyadi Kepala Desa Dasok, dan Noer Salehhoddin Kabag Administrasi Inspektorat Kabupaten Pamekasan. (kom/ssn/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>