KPK Geledah Rumah Kadishub Jatim

Rabu, 07 Agustus 2019  21:22

KPK Geledah Rumah Kadishub Jatim

Polisi Berjaga Di Rumah Fatah Jasin

Surabaya (BM) - KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jatim terkait kasus dugaan suap pengesahan APBD yang menjerat Ketua DPRD Tulungagung Supriyono. Penggeledahan dilakukan di Dinas Perhubungan Jatim, Rumah Dinas Kepala Dinas Perhubungan Jatim, dan rumah mantan Sekda Provinsi Jatim, Rabu (7/8/2019).

Dari pantauan di rumah Kepala Dishub Jatim Fattah Jasin di Jalan Nginden Intan Tengah nomor 3-5, di halaman rumah mewah itu terlihat 4 polisi sedang berjaga di balik pagar. Sedangkan sekitar 6 petugas KPK masuk ke dalam rumah. 

Salah satu security di perumahan, Karsimo (50) mengatakan para petugas itu sudah datang sejak sore hari. Namun ia, tidak mengetahui persis apakah Fattah Jasin ada di rumah atau tidak.  "Saya ndak tahu sejak kapan datangnya. Karena saya jaga shift sore. Ini tadi sore sudah di sini," kata Karsimo di lokasi, Rabu (7/8/2019)..

Pihak KPK membenarkan adanya penggeledahan tersebut. "Hari ini penyidik melakukan penggeledahan untuk tersangka SPR (Supriyono) TPK suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Tulungagung Tahun 2018," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andrati di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019) 

Penggeledahan tersebut dilakukan di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, rumah Kadis Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan rumah mantan Sekda Provinsi Jatim. Namun, Yuyuk belum menjelaskan lebih detail terkait pengeledahan tersebut.

"Sampai saat ini penggeledahan masih berlangsung," sebutnya.

 

Bawa Satu Koper Hitam

Usai menyelesaikan penggeledahan di rumah Kadishub Jatim Fattah Jasin, tiga mobil tampak keluar bersama sejumlah orang.

Dari pantauan di lokasi, para petugas tampak membawa satu koper hitam. Saat ditanya wartawan mereka hanya bungkam dan berlalu masuk mobil dan keluar dari area halaman rumah.

Sementara itu, salah seorang pembantu di rumah mengaku saat penggeledahan, Fattah Jasin tidak ada di rumah. Ia menyebut orang rumah sedang keluar semua.

"Nggak ada, semua lagi keluar dari tadi," katanya singkat kepada detikcom, Rabu (7/8/2019).

 

Dipanggil KPK 

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Fattah Jasin, terkait kasus dugaan suap pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018. Ketua DPRD Tulungagung Supriyono (SPR) sudah menjadi tersangka dalam kasus itu.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SPR," tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Jumat (2/8).

Supriyono diduga menerima uang sebesar Rp4.880.000.000 selama periode 2015 hingga 2018 dari Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo. Suap berkaitan dengan pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.

Dalam persidangan Syahri Mulyo terungkap bahwa Supriyono menerima Rp3.750.000 000 dengan rincian, penerimaan fee proyek APBD Murni dan APBD Perubahan selama empat tahun berturut pada 2014-2017 sebesar Rp500.000.000 setiap tahunnya atau total sekitar Rp2 Miliar.

Penerimaan yang diduga untuk memperlancar proses pembahasan APBD, mempermudah pencairan DAK, dan Bantuan Keuangan Provinsi sebesar Rp750.000.000 sejak 2014 hingga 2018. Fee proyek di Kabupaten Tulungagung selama tahun 2017 sebesar Rp1 miliar.

Syahri Mulyo sendiri sudah divonis 10 tahun dalam kasus suap proyek peningkatan jalan.

Atas dugaan tersebut, tersangka Supriyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 8 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 10 pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (mer/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>