KPK Tahan Bupati Rendra

Senin, 15 Oktober 2018  21:01

KPK Tahan Bupati Rendra

Rendra Kresna (pakai rompi tahanan) ditahan KPK, Senin (15/10).

Jakarta (BM) - Setelah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Bupati Malang Rendra Kresna akhirnya ditahan. Rendra yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi, ditahan di rutan Polres Jakarta Selatan, Senin (15/10).

Pantauan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Senin (15/10/2018), Rendra keluar dari gedung KPK mengenakan rompi tahanan warna oranye. Rendra tidak memberikan komentar apa pun kepada wartawan.

KPK juga menahan pihak dari swasta, Ali Murtopo, yang juga tersangka kasus suap. Ali Murtopo bungkam saat ditanya awak media. Bahkan ia menutup wajahnya dengan sebuah kertas.

"Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap dua tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Kabupaten Malang, yaitu RK (Rendra Kresna) Bupati Malang, ditahan di rutan Polres Jakarta Selatan, dan AM (Ali Murtopo), swasta, ditahan di rutan Polres Jakarta Timur," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Mantan Ketua DPW NasDem Jawa Timur itu sebelumnya memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai tersangka pada Senin (15/10) pagi. Rendra membantah menerima duit terkait proyek di Dinas Pendidikan. "Nggak ada (penerimaan duit suap)," kata Rendra.

Rendra Kresna diduga menerima suap Rp 3,45 miliar dari seorang swasta bernama Ali Murtopo. KPK menyebut penerimaan suap itu untuk pembayaran utang kampanye Rendra.

Jabatan bupati yang diemban Rendra ini merupakan periode kedua, 2016-2021. Suap yang diterima Rendra itu terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Selain itu, Rendra bersama seorang swasta Eryk Armando Talla diduga menerima gratifikasi dari sejumlah proyek dinas di Malang. Total gratifikasi yang diterima Rp 3,55 miliar.

 

Dicecar Kepemilikan Harta

Saat pemeriksaan, Rendra dicecar soal kepemilikan harta. "Penyidik menyampaikan informasi tentang hak-hak tersangka dan mengonfirmasi beberapa hal terkait kewenangan tersangka, serta pengetahuan tentang proyek-proyek di Dinas Pendidikan yang jadi objek dalam perkara ini. Penyidik mendalami juga kepemilikan harta kekayaan tersangka," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (15/10/2018).

KPK juga memeriksa sejumlah saksi di Malang. Para saksi di Malang dicecar soal aliran dana dalam kasus dugaan suap.

"Sedangkan di Malang, penyidik mendalami pembicaraan dan aliran dana dalam proyek buku," ujarnya.

KPK menetapkan Rendra sebagai tersangka dalam 2 perkara yaitu suap dan gratifikasi. Total dugaan penerimaan dalam 2 kasus itu mencapai Rp 7 miliar.

 

Periksa 13 Saksi

KPK kembali memanggil saksi kasus suap dan gratifikasi DAK 2011 yang menyeret Bupati Malang Rendra Kresna sebagai tersangka. Awal pekan ini, sebanyak 13 saksi dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polres Malang.

Berdasarkan informasi, ke-13 saksi berasal dari swasta dan beberapa pegawai di lingkungan Pemkab Malang. Sejumlah nama diketahui pernah menduduki jabatan pada Dinas Pendidikan.

Para saksi itu yakni:

1. Andhi Rahardiansyah, pernah jadi marketing PT Mekar Prima Mandiri tahun 2011-2016

2. Ary Rukmana Timur, Direktur CV Family Sejahtera

3. Arief Maulana, marketing PT Jepe Press Media Utama

4. Arief Subianto, wiraswasta

5. Bambang Setiyono, pensiunan atau mantan Kepala Bidang TK/SD Diknas Kabupaten Malang

6. Budi Iswoyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang dulu menjabat Kepala Diknas Kabupaten Malang tahun 2013

7. I Gusti Putu Ayu, pelaksana lapangan PT Duta Karya Perkasa

8. Budiono, asisten pribadi Bupati Malang mulai tahun 2010 hingga sekarang

9. Chris Harijanto, Komisaris PT Intan Pariwara

10. Dadang Kurniawan, marketing CV Mulia Bersama

11. Deny Kesuma, pemilik dari CV Media Konstruksi

12. Dwijo Siswojo, PNS atau Kepala Sub Bagian Keuangan Diknas Kabupaten Malang

13. Edi Suhartono, mantan Kadiknas Kabupaten Malang 2012-2013

Hingga kini, sudah 21 orang dipanggil penyidik anti rasuah untuk dimintai keterangan terkait sangkaan suap dan gratifikasi melibatkan Bupati Malang Rendra Kresna sebagai tersangka. Pemeriksaan digelar penyidik mulai Jumat 12 Oktober 2018 lalu.

Proses pemeriksaan digelar di ruang Bhayangkari Polres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen. Hari ini, Bupati Malang memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka di Jakarta. Ini merupakan pemanggilan perdana dengan status yang disandangnya itu. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>