Pengedar Ganja Dituntut 17 Tahun

Selasa, 07 Agustus 2018  17:36

Pengedar Ganja Dituntut 17 Tahun

Ketiga terdakwa pengedar ganja 12 kg digiring petugas menuju tahanan usai menjalani sidang di PN Surabaya, Selasa (7/8/2018).

SURABAYA (BM) – Tiga terdakwa pengedar ganja sebanyak 12 kg dituntut 17 tahun penjara. Atas tuntutan tersebut, penasehat hukum ketiga terdakwa mengaku prihatin.

Ketiga terdakwa yang dituntut 17 tahun diantaranya, Mochammad Wahyudi (36), Ayuk Shelsy Handayani (23), dan Mochammad Aminulloh (38). Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati menyatakan, ketiga terdakwa dianggap terbukti mengedarkan ganja tanpa memiliki izin dari pihak yang berwenang.

“Dengan ini kami memohon agar mejelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada masing-masing terdakwa selama 17 tahun,” ujar JPU jaksa yang akrab disapa Putu ini pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (7/8/2018).

Selain hukuman badan, ketiga terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar, subsider 3 bulan kurungan. “Jika tidak bisa membayar denda, maka masing-masing terdakwa wajib menjalani hukuman kurungan selama 3 bulan sebagai hukuman pengganti,” tegasnya.

Atas tuntutan tersebut, Fariji selaku kuasa hukum ketiga terdakwa mengaku keberatan. “Saya prihatin atas tuntutan jaksa yang menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman yang sama. Untuk terdakwa perempuan, dirinya hanya membantu suaminya dan tidak mengetahui bahwa barang yang di kardus itu adalah ganja,” ungkapnya.

Untuk memperjuangkan nasib kliennya, Fariji mengaku sudah memiliki strategi jitu. Rencananya, Fariji bakal mengajukan nota pledoi (pembelaan) pada sidang selanjutnya. “Saya akan mengajukan pembelaan pekan depan,” tegas pria yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak ini.

Perlu diketahui, kasus peredaran ganja 12 kg ini terbongkar berkat adanya informasi masyarakat. Atas informasi tersebut, petugas BNNP Jatim langsung bergerak cepat menangkap Mochammad Aminulloh yang tengah menerima dua paket berisi ganja.

Dari pengakuan Aminulloh, terungkap nama Ayuk Shelsy Handayani yang merupakan istri dari Mochammad Wahyudi. Petugas BNNP Jatim pun langsung menangkap Ayuk dan Wahyudi. Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(arf/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>