Puluhan Santri Geruduk PN Kediri

Rabu, 06 Desember 2017  18:20

Puluhan Santri Geruduk PN Kediri

Puluhan santri mendatangi Pengadilan Negeri Kediri.

KEDIRI (BM) – Puluhan santri mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri untuk memberikan dukungan moril kepada rekan mereka yang tengah disidang dalam kasus penadahan.

Massa yang berasal dari Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan sejumlah santri asal pondok pesantren Kabupaten Kediri tersebut memberikan dukungan moril dengan cara membaca shalawat serta berorasi di halaman kantor PN Kabupaten Kediri.

Santri yang tengah bermasalah dengan hukum itu adalah Ahmad Syaifudin, warga Jawa Tengah. Pria 18 tahun itu menimba ilmu sebagai santri di ponpes wilayah Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

Kasus ini bermula saat Ahmad membeli handphone dari Rosid melalui media sosial. Handphone tersebut dibeli dengan harga Rp 600 ribu. Ternyata, handphone yang dibeli Ahmad merupakan handphone hasil curian. Dan Ahmad dituduh sebagai penadah barang hasil curian.

Ahmad Syaifudin yang dituduh melakukan penadahan sedang menjalani sidangAhmad Syaifudin yang dituduh melakukan penadahan sedang menjalani sidang (Foto: Andhika Dwi Saputra)

Rosid sendiri mendapatkan hanphone itu dari tangan Ridwan (pelaku pencurian). Setelah polisi mengamankan Rosid dan Ridwan, akhirnya Ahmad juga ikut diamankan dengan tuduhan sebagai penadah barang curian.

Dianggap salah sasaran dan bukan sebagai penadah barang curian, massa santri menuntut agar Ahmad dilepaskan dan dibebaskan dari dakwaan sidang.

"Ahmad Syaifudin ini santri yang baik, jujur. Dia cuma sedang membutuhkan handphone. Lalu chatting di FB, dia dapat barang di Jombang yang ternyata barang curian," ucap Turagung, Divisi Sosial GP Ansor Kabupaten Kediri kepada detikcom Rabu, (06/12/2017) di halaman PN Kabupaten Kediri.

Sidang terhadap Ahmad yang bertempat di ruang sidang Cakra PN hari ini memiliki agenda mendengarkan eksepsi, keberatan terhadap dakwaan majelis hakim.

"Kami meminta majelis sidang menggunakan hati nurani agar membebaskan terdakwa dari dakwaan karena terdakwa merupakan santri yang lugu dan tidak bersalah," tegas Turagung.

Usai mendengarkan agenda eksepsi, keberatan terhadap dakwaan sidang. Sidang berakhir untuk dilanjutkan pada sidang berikutnya dengan agenda tanggapan jawaban dari Jaksa Penuntut Umum pada Senin, (11/12/2017). (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>