Sidang Perdana, Keyko: Suami Saya Membuat Saya Seperti Ini

Selasa, 25 September 2018  18:12

Sidang Perdana, Keyko: Suami Saya Membuat Saya Seperti Ini

Yunita alias Keyko saat menunggu jalannya persidangan di PN Surabaya, Selasa (25/9/2018).

SURABAYA (BM) - Yunita alias Keyko alias Keiko, wanita yang terkenal dengan julukan ratu prostitusi menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (25/9/2018). Kasus ini merupakan kasus keduanya, dimana sebelumnya Kekyo juga pernah diadili atas kasus yang sama pada 2012 silam.

Sebelum sidang perdana digelar, Keyko terlebih dulu didudukan di kursi pengunjung sidang. Dengan memakai masker penutup mulut, Keyko tampak terlihat kurang sehat. Bahkan berkali-kali wanita bermata sipit ini batuk dan mengusap hidungnya.

Sembari menunggu sidang, kepada wartawan Keyko menyempatkan diri untuk mengutarakan isi hatinya. “Yang membuat saya seperti ini mertua dan mantan suami saya. Mereka yang bikin saya kerja seperti ini. Saya dan anak saya diusir, tanpa biaya,” katanya sembari sesenggukan manahan tangis.

Keyko juga menjelaskan bahwa dalam kasus ini dirinya hanya sebatas membantu temannya saja. Meski tak membantah saat dirinya disebut sebagai perantara prostitusi, namun Keyko mengaku tak menerima upah besar. “Jangan sebut saya mucikari besar, karena faktanya nggak seperti itu. Saya hanya membantu teman,” katanya.

Sementara itu dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R Paembonan menjelaskan, Keyko ditangkap polisi atas kasus bisnis prostitusi online yang dijalankannya. Tak tanggung-tanggung, bisnis haram Keyko disebut mencakupi wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Dalam menjalankan bisnisnya, Keyko memberikan order kepada wanita Pekerja Seks Komersial (PSK). Dari layanan PSK yang menjadi anak buahnya itu, Keyko mendapat bagian sebesar 35 persen dari biaya yang diberikan oleh pria hidung belang.

Atas perbuatannya, Keyko dijerat dengan pasal 12 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan pasal 296 KUHP.

Meski ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, namun Keyko menolak didampingi kuasa hukum. Bahkan Keyko, mengaku tidak akan mengajukan eksepsi (keberatan) atas dakwaan JPU Sabetania.(arf/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>