Suami Chin Chin Tak Lagi Berstatus DPO

Rabu, 02 Januari 2019  17:16

Suami Chin Chin Tak Lagi Berstatus DPO

Rahmat Santoso, kuasa hukum Gunawan Angka Widjaja

SURABAYA (BM) - Kasus pidana pasangan suami isteri (pasutri) Gunawan Angka Widjaja dan Trisulowati Jusuf alias Chin Chin masih berlanjut. Gunawan yang merupakan bos Empire Palace dan ibunya yaitu Linda Anggreini, telah diperiksa oleh Polda Jatim pada Desember 2017 lalu.

Sebelumnya, Gunawan Angka Widjaja dan Linda Anggreini dilaporkan oleh Chin Chin atas kasus dugaan pemalsuan akta autentik. Bahkan nama Gunawan dan Linda sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Rahmat Santoso, kuasa hukum Gunawan membenarkan kabar bahwa kliennya sudah menjalani pemeriksaan tim penyidik di Polda Jatim. “Memang sudah diperiksa, saat itu saya yang mendampingi,”ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (2/1/2019).

Menurut Rahmat, Gunawan sebenarnya ingin segera menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan Chin Chin. “Saya menjadi kuasa hukumnya ketika masalah ini sudah melebar ke mana-mana. Waktu itu saya bicara dari ke hati-hati, sebenarnya apa masalahnya. Saya simpulkan, ini masalah rumah tangga biasa. Setiap rumah tangga pasti mengalami masalah,” bebernya.

Selain itu, lanjut Rahmat, Gunawan memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Jatim karena rindu kepada istri dan anak-anaknya. “Pak Gunawan ini mencintai istri dan anak-anaknya, itu salah satu alasan ingin segera menyelesaikan persoalan ini,” ucap advokat yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI).

Terkait tidak ditahannya Gunawan, Rahmat menegaskan bahwa hal itu sepenuhnya kewenangan dari pihak penyidik. “Sebagai kuasa hukum, kami hanya mendampingi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tandasnnya.

Ia juga berharap agar tidak ada lagi pihak-pihak yang memanaskan suasana rumah tangga kliennya. “Sekali lagi, awal mula semua ini hanya masalah rumah tangga biasa dan bukan rumah tangga artis yang perlu dibesar-besarkan. Klien kami sudah sangat merindukan keluarganya untuk bisa kembali bersama,” harapnya.

Rahmat juga berbicara perihal tudingan pemalsuan akta surat perdamaian hutang piutang antara Gunawan dengan Linda yang dinilainya kurang masuk akal. Apalagi dengan alasan untuk menguasai harta gono-gini.

Sebab, selama ini Gunawan dan Chin Chin sama-sama bekerja kepada Linda. Linda sendiri sudah cukup dikenal sebagai salah satu pioner yang merintis Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Surabaya. “Ibu Linda ini sudah tua dan semua orang tahu dia salah satu yang mengawali berdirinya PJTKI di Surabaya dan tidak pernah ada masalah. Di masa tuanya hanya ingin berkumpul sama anak dan cucunya. Tidak ada niat jahat kepada orang, apalagi kepada Chin Chin yang masih anak menantunya sendiri,” tegasnya.

Menurut Rahmat, sejak awal Gunawan bergantung pada keuangan orang tuanya dalam menjalankan usahanya. “Sejak awal Gunawan dalam usahanya hanya bergantung pada usaha dan keuangan orang tuanya, sehingga wajar saja Gunawan harus mengembalikan uang ke orang tuanya, ” ucapnya.

Untuk kasus ini, lanjut Rahmat, sudah dilakukan gelar perkara di Karowasidik Mabes Polri. Sehingga masih perlu pendalaman apakah akta itu palsu atau tidak. Termasuk diperlukan pembanding jika memang itu palsu. “Kapan surat itu dibuat, kapan digunakan. Apa kerugian pelapor, semua masih harus dibuktikan. Kami sangat percaya penyidik Polri sangat profesional. Apapun keputusannya, akan kami hormati,” pungkasnya.

Sementara itu, Kombespol Puguh Setiyono, Direktur Reskrimum Polda Jatim membenarkan bahwa Gunawan telah diperiksa penyidik Polda Jatim. “Ini sudah ada kemajuan. Yang bersangkutan sudah diperiksa. Kalau orang sudah diperiksa, berarti status DPO-nya sudah hilang, bukan sebagai DPO lagi. Sekarang masih terus berproses, ” katanya.(Arf/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>