Budayakan Hidup Sehat, Dinkes Kenalkan GERMAS

Minggu, 10 Desember 2017  23:10

Budayakan Hidup Sehat, Dinkes Kenalkan GERMAS

Pelepasan balon oleh wakil Walikota dan Forkompinda, sebagai pertanda Germas

Kediri(BM)-Dalam mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan menggelar Parade Kesehatan Busana Buah dan Sayur yang diikuti 89 kontingen dari pelajar, kelurahan dan kader kesehatan, Minggu (10/12). Start di stadion Brawijaya dan finish di balaikota Kediri, parade busana buah dan sayur dilakukan dalam rangka lauching GERMAS di Kota Kediri.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir untuk melaunching GERMAS mengatakan, saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kediri meningkat pada angka 76,39. Ini semua tidak lepas dari semakin baiknya pelayanan kesehatan di Kota Kediri. "Berkat kerja dari kader-kader kesehatan. Disini saya mengajak panjenengan semua untuk terus membangun hidup sehat di Kota Kediri," ujarnya. Pria berusia 37 tahun ini mengungkapkan kader kesehatan harus dapat mengedukasi masyarakat untuk selalu hidup sehat. "Tapi saat ini psikologi masyarakat sudah mulai berubah. Adanya pembangunan infrastruktur di lingkungan mempengaruhi psikologi masyarakat untuk hidup sehat," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini walikota yang akrab disapa Mas Abu menyampaikan 10 indikator GERMAS yakni, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, penimbangan balita teratur setiap bulan, panggunaan air bersih, cuci tangan dengan sabun, penggunaan jamban sehat, pemberantasan sarang nyamuk, makan sayur dan buah setiap hari, aktivitas fisik setiap hari dan tidak merokok didalam rumah. "Kesepuluh indikator ini harus kita lakukan bersama-sama. Tidak hanya pemerintah saja," imbuhnya.

Mas Abu juga menghimbau agar masyarakat segera menghubungi layanan Home Care bila ada tetangga atau saudaranya yang sakit. Layanan gratis bagi warga ber KTP Kota Kediri yang sakit dan mau dirawat di kelas III. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Fauzan Adhima menjelaskan kalau saat ini jumlah penyakit semakin banyak, baik yang menular maupun tidak. Karena itu perlu adanya penyuluhan dan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. “Selain itu BPJS saat ini telah mengalami difisit hingga sekitar Rp 9 triliun. Karena itu perlu adanya budaya hidup sehat,” ujarnya. Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Hertanto, perwakilan Forkopimda, Asisten dan Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri.(bad/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>