Dongkrak PAD, DPRD Desak Maksimalkan Pajak

Selasa, 21 November 2017  23:12

Dongkrak PAD, DPRD Desak Maksimalkan Pajak

Sidang paripurna DPRD Kota Kediri menyoroti pemaksimalan pajak dan restribusi

Kediri(BM)-Sebagai salah satu upaya bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kediri, kalangan DPRD meminta agar sektor pajak dan retribusi bisa dimaksimalkan. Mengingat pergerakan ekonomi di Kota Kediri cukup masif. Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PKS Eko Retno, mengaku kendati wilayah Kota Kediri hanya memiliki tiga kecamatan, namun potensi ekonominya sangat tinggi.  Karena diseluruh Kecamatan menjadi obyek vital dalam perkembangan ekonomi, dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk membuka peluang investasinya di Kota Kediri

“Coba kita lihat, jika kita keluar rumah, kanan kiri banyak warung-warung, kafe tempat tongkrongan anak-anak muda, restoran tumbuh subur serta hotel-hotel yang berkembang cukub banyak, sehingga tidak berlebihan jika pajak dan retribusi dinaikan.”ujarnya.

Dalam memaksimalkan PAD di sektor ini tidak hanya melalui kenaikan pajak dan retribusi, Pemerintah Kota juga harus melihat wilayah-wilayah yang belum tergarap. Sehingga memudahkan pemetakan potensi ekonomi dimasing masing wilayah sehingga investornya lebih tertarik untuk membuka peluang investasi di Kota Kediri.

“Kalau kita masuk Kediri mulai ujung utara dikelurahan semampir hingga selatan alun-alun Kota , bahkan ke arah barat dan ketimur juga banyak yang belum tergarap secara maksimal,padahal ada potensi ekonomi yang cukup tinggi, namun saya yakin potensi akan tergarap ke depan,” terangnya. Makanya, Pemkot harus memiliki kreativitas untuk mendatangkan investor dengan service –service yang membuat para investor ini tidak merasa rugi menanamkan investasinya ke Kota kediri, dengan cara iklim investasi yang mudah. Dia juga menegaskan tidak sepakat dengan investor yang menanamkan modalnya untuk kegiatan hiburan malam.

“Karena jika hanya Pajak dinaikan agak berisko di investor, dia pasti akan mikir, juga bukan semata –mata menaikan pajak dari segi nominalnya, ada upaya persuasif dari pemerintah kota agar investor merasa rilek agar merasa investasinya tidak rugi”jelasnya. “Saya setuju jika ada revisi Perda tentang pajak dan retribusi ini. Mungkin sudah saatnya kita menaikannya, kan sudah lama gak naik. untuk teknisnya itu di BPKAD, coba minta penjelasan disana saja.”kata Walikota.(bad/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>