Hp Dijual, Siswi SMP Pilih Kendat

Selasa, 13 Maret 2018  16:14

Hp Dijual, Siswi SMP Pilih Kendat

Korban saat ditemukan menggantung di pohon

Kediri (BM)- Lantaran diduga hp dijual, Ap (16) siswi kelas 3 SMP , asal Desa Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, akhirnya nekat bunuh diri. Dan kasusnya kini ditangani Polsek Wates.

Data yang dihimpun sekitar satu bulan lalu, korban dimarahi ibunya karena sering bermain HP. Selanjutnya, sang ibu menjual HP korban. Sekitar dua minggu terakhir, korban menjual sepeda motornya dan sebagian uang dari hasil jual sepeda motor dibelikan dua HP. Setelah kejadian itu, korban mendiamkan ibunya. Dan bermula dari kejadian itu korban di duga nekat melakukan bunh diri.

Sementara itu awal mula jasad korban diketahui oleh Sugiono (45) yang merupakan  paman korban yang saat itu hendak mencari makan ternak kambing di belakang rumahnya di Dusun Wonorejo. Pada saat akan mengambil daun ketela, ia melihat sesosok perempuan tergantung di pohon nangka.

Karena penasaran, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini kemudian mendekati sosok di pohon nangka itu. Alangkah terkejutnya Sugiono, sosok tersebut adalah keponakannya sendiri AP. Gadis ABG ini sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan leher terikat seutas tali tambang warna biru.

Korban dalam posisi memanjat sebuah tangga berukuran tinggi sekitar 3 meter. Korban mengenakan baju warna putih dan celana jeans panjang. Sugiono lantas bergegas memberitahu SM (43), ibunya dan juga kakek korban Nakiman (88). Selanjutnya, mereka menuju ke pekarangan belakang rumah.

Melihat keponakannya sudah dalam keadaan meninggal, Sugiono lalu memberitahu Kepala Dusun Wonorejo. Sehingga kabar tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Wates. Anggota polisi yang datang ke lokasi, kemudian melakukan olah TKP. Petugas menurunkan jenazah korban dan dilakukan visum.

Petugas mengamankan barang bukti sebuah tas punggung warna coklat yang berisikan jilbab warna coklat, parfum, lipstik, cream bedak, dua buah bulpoin. Kemudian, sebuah baju warna putih dan celana jeans panjang, bra warna ungu dan krudung warna putih serta tangga bambu panjang kurang lebih 3 meter.

Kasi Humas Polsek Wates Bripka Agung Sulistyo mengatakan, dari keterangan tim medis Puskesmas Wates, berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah tidak ditemukan luka akibat penganiayaan. Korban meningal akibat gantung diri yang didukung dengan adanya jeratan di leher, lidah menjulur. "Korban meninggal dunia, murni gantung diri," kata Agung, Selasa (13/3).(bad)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>