TPID Kota Kediri, Pastikan Harga Telur Mulai Normal

Senin, 16 Juli 2018  18:37

TPID Kota Kediri, Pastikan Harga Telur Mulai Normal

Kepala BI Kediri Djoko Raharto

 

Kediri- Harga telur yang beberapa hari sempat melambung tinggi menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah. Khususnya bagi Tim Pengendali Infalsi Daerah (TPID) Kota Kediri yang saat ini sudah melakukan pemantauan dan membuat setrategi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ketua BI Kediri Djoko Raharto mewakili TPID Kota Kediri mengaku terkait kenaikan harga telur beberapa hari yang lalu disebabkan bebeapa faktor. Diantaranya kenaikan harga pakan ayam, berkurangnya populasi ayam petelur, dan adanya larangan pemakaian AGP oleh pemerintah.

” Akan tetapi masyarakat tidak perlu khawatir, dalam waktu dekat ini harga telur akan kembali normal, Hal ini seiring semakin terjaminnya pasokan bahan pangan tersebut dari sejumlah

Sementara itu , salah satu Pengurus Koperasi Putra Blitar, Sukarman, yang saat itu berkordinasi dengan TPID Kota Kediri membenarkan, bahwa tiga hari terakhir harga telur ayam mulai turun. Jika pekan lalu harganya sempat di posisi Rp 22.000 per kilogram, maka per tanggal 16 Juli ini berangsur turun menjadi Rp 20.500 per kilogram.

"Penurunan harga telur ini, karena memang pasokan telur kembali normal. Kondisi ini dipicu oleh beragam faktor," katanya.

Faktor itu, ulas dia, di antaranya populasi ayam petelur yang sudah kembali seperti sedia kala. Hal ini karena para peternak telah memiliki ramuan jamu khusus guna meningkatkan stamina hewan ternak mereka.

"Akibatnya, kini kami tak perlu khawatir lagi dengan kondisi cuaca buruk yang dulu sempat berdampak negatif bagi peternakan ayam. Kami sudah punya jamu khusus untuk ayam-ayam ini," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, terkait keberadaan peternak di Kabupaten Blitar saat ini ada sebanyak 4.321 peternak. Kemudian, di kawasan serupa terdapat populasi ayam mencapai 15 juta hingga 17 juta ekor ayam.

"Kalau produksi telur ayam, per hari bisa mencapai 450-600 ton telur. Yang mana, dalam beternak ayam ini kami membutuhkan jagung antara 900 ton hingga 1.000 ton," katanya. (bd)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>