Tidak Aman Scoopy Raib di Parkiran Depan Monkasel Surabaya

Senin, 24 Desember 2018  15:01

Tidak Aman Scoopy Raib di Parkiran Depan Monkasel Surabaya

Lokasi parkir Monkasel di depan ATM Centre yang rawan pencurian. (BM/HARUN)

SURABAYA (BM) - Nahas dialami oleh Nuraini, atau biasa disapa Nuril, warga Jln Sidodadi Los A nomor 170 ini sontak terkulai lemas, duduk bersimpuh, tidak sanggup menahan air mata setelah mengetahui motor kesayangannya, Honda Scoopy raib di lokasi parkir depan Monumen Kapal Selam (Monkasel), Kamis (20/12/2018) malam.

Pasalnya, selepas jalan-jalan menikmati panorama Monkasel bersama teman prianya, Nuril keluar menuju lokasi motornya diparkir. Namun saat dirinya menanyakan keberadaan kendaraan roda dua miliknya kepada petugas jaga parkir, Sarimin, sekitar pukul 21:20 WIB, 
lelaki paruh baya itu mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi motor yang terparkir, "semua sudah keluar, diambil pemilik," kata Nuril menirukan Sarimin kepada awak media.
 
Sementara itu, diketahui kalau karcis parkir Nuril ternyata hilang, sehingga saat hendak mengambil motornya, dirinya tidak dapat menunjukkan karcis kepada petugas. Namun, hilangnya karcis Nuril bukan menjadi alasan, sebab dirinya masih memegang kunci motor.

Nuril menegaskan bahwa ada yang janggal. Diantaranya, saat dirinya mengorek-ngorek kotak sampah, kumpulan karcis parkir. "Logikanya kalau ada yang keluar, termasuk yang bawa motor saya, karcis parkirnya pasti ada di tempat itu," terang Nuril sambil menunjuk tempat sobekan karcis.
 
Kejanggalan lainnya, masih menurutnya, kalau hilangnya karcis Nuril, jika ditemukan oleh pengunjung Monkasel, pasti akan dikembalikan ke petugas parkir. "Seandainya tidak dikembalikan, atau karcis tidak ada yang menemukan, hal yang juga aneh 'pencuri' motor keluar membawa motor bagaimana caranya?," tanya heran remaja putri ini. 
 
Karena tidak mendapat jawaban yang melegakan dari tukang parkir. Nuril, dengan dijemput tiga saudaranya, memutuskan untuk pulang, melupakan sejenak motor Scoopy miliknya, dengan STNK atas nama Umar Faruk, warna krim, nomor polisi L 2092 TJ, beralamat STNK di Jln Arimbi 3 No 9D, Surabaya.
 
Di bagian lain, Suli, pekerja parkir lainnya meminta agar korban tidak ramai atau memperuncing peristiwa kehilangan itu. "Sudah, jangan ramai-ramai dulu, kita laporkan kepada juragan parkir saya Haji Hafi, bagaimana pun juga kita laporan dulu, kalau memang keputusannya gimana kita sampaikan," ucap juru parkir senior di lingkungan Monkasel ini.
 
Terpisah, pihak pengelola parkir Monkasel berkelit dengan berdalih kalau ada karcis parkir pihaknya bersedia mengganti motor yang hilang. "Kalau ada karcis kita bisa mengganti motor itu, tapi kalau tidak ada, ya maaf kami tidak bisa," kata Haji Hafi melalui Suli, saat keluarga korban meminta pertanggungjawaban, Jum'at, (21/12/2018).
 
Tidak berhenti di situ, keluarga korban juga mengkonfirmasi ke pihak pengelola tempat wisata Monkasel, dan menemui pak Sus, yang mana mengatakan bahwa pihaknya hanya memberi ijin lokasi, untuk segala resiko menjadi tanggung jawab pengelola parkir.
 
“Kami hanya memberikan ijin parkir saja, masalah resiko yang timbul, itu tanggung jawab pengelola parkir, bukan pihak Monkasel. Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan saja,” sarannya.
 
Keseriusan pengelola parkir lokasi wisata itu memang patut dikoreksi, selain tidak teliti kepada mereka yang keluar saat mengambil motor. Juga tidak ada kamera pemantau atau CCTV, padahal seharusnya bisa dipasang di atas bangunan ATM yang berjejer di pintu masuk Monkasel.
 
Pengelola juga diduga tidak memiliki ijin dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Hal ini dapat diketahui dari kertas (karcis) parkir yang tidak tercantum ijin dari Dishub Kota Surabaya, atau logo instansi tersebut. (uji/har)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>