BBPOM dan Polisi Grebek Toko Jamu

Jumat, 11 Agustus 2017  09:10

BBPOM dan Polisi Grebek Toko Jamu

Petugas BBPOM dan Polisi memeriksa jamu di toko jamu

 LAMONGAN(BM)- Sejumlah petugas dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) dan Kepolisian, Kamis (10/8) menggerebek sebuah toko dan distributor jamu yang diduga ilegal di jalan Andan Wangi Kota Lamongan. Diduga jamu tersebut  mengandung zat kimia berbahaya. “Dari pantauan di lapangan, toko di jalan Andan Wangi Lamongan tersebut masuk katagori distributor. Dalam toko tersebut terdapat banyak jamu-jamu yang diproduksi dari Cilacap Jawa Tengah  yang sudah masuk di publik warningBBPOM” kata Kepala seksi penyidikan dari BBPOM Surabaya, Siti Amanah, Kamis (10/8)

 Secara detail, tegas Siti Amanah, dari toko dan gudang yang berada di jalan Andanwangi itu, petugas mengamankan total sebanyak 49 item jamu  dan 10 item  kosmetik yang diduga mengandung zat kimia berbahaya. “Kira-kira secara keseluruhan sebanyak lebih dari  4 ribu bungkus jamu ilegal. Dipastikan jika dikonsumsi secara terus menerus merusak ginjal serta jantung mengingat mengandung Bahan Kimia Obat (BKO),”ungkapnya.

 Sebelum melakukan penggerebekan, pihak BBPOM, sudah melakukan beberapa kali pembinaan, bahkan pemilik toko dan gudang tersebut sudah membuat pernyataan tidak menjual lagi jamu berbahaya tersebut, namun  pemilik toko itu  tetap membandel. Akhirnya petugas melakukan tindakan tegas.  “Sebelumnya sudah membuat pernyataan tidak melakukan pelanggaran lagi. Namun  kenyataannya masih mbandel dan menjual jamu yang jika konsumsi dapat menimbukan gangguan kesehatan tersebut” kata Amanah menegaskan. 

 Atas pelanggaran yang dilakukan, pemilik toko berinisial LI akan dijerat dengan Pasal 197 Undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman  maksimal hukuman 15 tahun, denda 1,5 miliar rupiah.  Petugas BBPOM Surabaya juga akan terus mengembangkan hasil penggrebekan jamu diduga ilegal  tersebut. Tujuanya adalah memberi perlindungan terhadap masyarakat agar terhindar dari ancaman zat berbahaya yang dicampur di dalam jamu. (kom/dra)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>