Disnaker Lamongan Usulkan UMK Lebih Besar dari KHL

Rabu, 07 November 2018  16:40

Disnaker Lamongan Usulkan UMK Lebih Besar dari KHL

Kepala Disnaker Lamongan, Mohammad Kamil.

Reporter; Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan akan mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Lamongan pada tahun 2019 sebesar sebesar Rp. 1.999.726,08.  UMK tersebut besar dibandingkan dengan besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Lamongan.

 

“Besaran UMK Lamongan Tahun 2019 yang disulkan  itu lebih besar dibandingkan dengan besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Lamongan. Kami sudah melakukan survey, KHL Lamongan itu sebesar Rp.1.878.416," kata Kepala Disnaker Lamongan,  Mohammad Kamil, Rabu (7/11) siang.

 

Survey KHL tersebut, tegas Kamil, panggilan Mohammad Kamil,  dilaksanakan di tiga pasar yang biasa digunakan belanja oleh para buruh. “Survey tersebut dilakukan di Pasar Sukodadi yang mewakili sektor wilayah tengah, Pasar Belimbing untuk sektor utara dan Pasar Ngimbang untuk perusahaan wilayah selatan. Survey harus mewakili pasar-pasar yang sering dikunjungi oleh buruh, dan tidak boleh dilakukan di pasar grosir," ungkap Kamil

 

Menurutnya, hasil survey tersebut menghasilkan  untuk  sukodadi kebutuhannya Rp. 1.856.499, Pasar Blimbing, Rp. 1.894.258, pasar Ngimbang Rp. 1.884.490.

 

Kamil juga menegaskan jika banding dengan UMK 2018, UMK  2019 yang diusulkan tersebut mengalami kenaikan  kenaikan 8.03 persen. Hal itu  sesuai dengan regulasi PP Nomor 28 tahun 2015 terkait pengupahan.

 

"Penetapan UMK tahun 2019 kami sepakat untuk menggunakan regulasi yang ada, yaitu PP nomor 78 Tahun 2015," jelas Kamil. (kom)

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>