Gubernur Buka KaryaBakti TNI AL Renovasi Rumah Tidak Layak
Gubernur Khofifah didampingi Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono dan Bupati Fadeli
By: komari
21 Ags 2019 14:06
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Kegiatan Karya Bakti TNI AL dalam Rangka Pelaksanaan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni  (RTLH) Tahun 2019 di  Lamongan, Rabu (21/8) siang.

Menurut Khofifah Indar Parawansa,  Rumah Tinggal Layak Huni atau sering disebut RTLH (Rutilahu, red) merupakan program rumah tidak layak huni menjadi rumah tinggal layak huni. Program ini menjadi bagian penting yang tidak hanya sekedar merenovasi supaya rumah itu layak huni tapi lebih penting dari itu menjadi rumah sehat. Baiti jannati, rumahku surgaku.

“Program Pelaksanaan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH tidak hanya sekedar merenovasi supaya rumah  menjadi  layak huni. Tapi lebih penting dari itu yakni menjadikan rumah lebih sehat” kata Khofifah Indar Parawansa.

Program Rutilahu ini, lanjutnya menjadi bagian dari penuntasan stunting di Jawa Timur. Karena menurutnya, persoalan tidak hanya persoalan asupan gizi, namun juga soal hidup sehat.

Kriteria rumah yang mendapat bantuan diantaranya berlantai tanah, dinding rumah dari bilik bambu, rumah belum memenuhi standart kesehatan, tanah milik sendiri, dan tidak memiliki aset lain serta pemilik rumah berpenghasilan dibawah upah minimum regional (UMR).

“Persyaratan-persyaratan tersebut menjadi penting agar yang dibangun memang diatas tanah sendiri,”  ungkapnya.

Program ini merupakan kerjasama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V dengan Pemprov Jatim. Hadir dalam upacara pembukaan itu, Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono.

“Ini adalah bentuk sinergi yang positif dalam melayani masyarakat kurang mampu, terutama melalui RTLH” terang Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono.

Dari total 867 rumah yang akan mendapat bantuan, 84 unit rumah diantaranya diperuntukkan untuk Kabupaten Lamongan. Sementara sisanya untuk Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Tuban, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Banyuwangi, Situbondo, Jember, Malang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Pacitan.

Di sisi lain, Bupati Lamongan,  Fadeli,  mengungkapkan Pemkab Lamongan setiap tahunnya juga  berupaya membantu plesterisasi untuk 1.000 hingga 1.500 unit rumah yang berasal dari dana APBD dan sumber lainnya.

“Dari 14 indikator kemiskinan, satu persatu kami kerjakan. Program plesterisasi rumah ternasuk yang kami dahulukan. Sehibngga akhir tahun 2018 sudah tidak ada lagi rumah yang tidak terplester. Ini merupakan program kabupaten Lamongan terutama untuk rumah tidak layak huni,” pungkas  Fadeli. ()  


Create Account



Log In Your Account