Guru Yang Diduga Cabuli Sejumlah Siswa Dinonaktifkan

Senin, 12 Agustus 2019  07:59

Guru Yang Diduga Cabuli Sejumlah Siswa Dinonaktifkan

Tersangka SP saat digiring ke Polres Lamongan

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Oknum guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan berinisial SP yang diduga mencabuli sejumlah siswanya kini dinonaktifkan mengajar.

“Sudah kita nonaktifkan mengajar, biar dia berkonsentarasi menjalani proses hukum” kata Kepala Dinas pendidikan (Dipendik) Kabupaten Lamongan, Adi Suwito, kemarin.

Terkait sanksi, tegas Adi, panggilan Adi Suwito, pihak Dinas pendidikan (Dipendik) Kabupaten Lamongan masih menunggu keputusan dari pengadilan.

“Saat ini kasus ini sudah dalam proses di pihak berwajib. Mari kita hormati proses hukumnya. Maka untuk itu terkait sanksi kita menunggu putusan pengadilan” ungkap Adi.

Adi sebelumnya juga menjelaskan akan membahas keberlangsung stastus Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi oknum guru berinisial SP yang diduga mencabuli puluhan siswanya di wilayah Kecamatan Kedungpring tersebut.

Setelah ada putusan dari Pengadilan, pihaknya akan dilakukan pertemuan antara Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, Bagian Hukum Pemkab Lamongan, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan untuk membahas tentang keberlangsungan atau status PNS terhadap SP.

“Dan untuk status sebagai pegawai negeri oknum guru berinisial SP, nantinya kami akan rapatkan dengan tim selain dinas pendidikan. Namun, kita melihat dulu hasil putusan dari pengadilan negeri Lamongan. Jelasnya  pasti kita bicarakan itu,"  terang Drs. Adi Suwito saat itu.

Penanganan kasus seorang guru Sekolah Dasar (SD) berinisial SP di Lamongan yang diduga melakukan pencabulan terhadap  sejulah siswanya terus itu kini sudah berkasnya sudah dilimpahkan dari Polres Lamongan  ke Kejaksanaan Negeri (Kejari) setempat.

“Berkasnya sudah kita limpahkan ke Kejaksaan” kata Kepala Satuan Reserse Krimil (Kasatreskrim) Polres Lamongan, AKP Norman Wahyu Hidayat, Rabu  beberapa waktu lalu.

Dalam berkas tersebut, pelapor yang  menjadi  ulah bejat oknum guru yang mencederai dunia pendidikan sebanyak 2 korban.” Ya korban yang melapor hanya dua” ungkap Norman, AKP Norman Wahyu Hidayat.

Menurut Norman sebelumnya, dari 2 korban yang telah melapor ke polisi, diketahui juga ada korban yang hingga mengalami pecah selaput darah.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap SP, SP mengaku dalam memperdaya setiap  korban tidak sama perlakuanya. Namun yang jelas,  tempat SP mengajar sebanyak 30 siswa yang diduga menjadi korban” paparnya. ()

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>