Hadang Bus dengan Senpi, Oknum Polsuska Diamankan

Minggu, 11 Februari 2018  23:29

Hadang Bus dengan Senpi, Oknum Polsuska Diamankan

Tersanga MA (kaos hitam celana loreng) saat diamankan petugas setelah melakukan aksi penghadangan bus Penumpang

LAMONGAN(BM)-Seorang oknum  Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) berinisial MA terancam hukuman kurungan penjara karena dijerat Undang-Undang Darurat.“Saat ini  MA masih menjalani proses hukum di Satrekrim Polres Lamongan, “ kata Kapolres Lamongan, kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, kemarin.

Menurut Feby, panggilan AKBP Feby DP Hutagalung, barang bukti yang berhasilkan dalam kasus oknum Polsuska tersebut berupa  pistol rakitan dengan 6 butir amunisi kaliber 9 mm, dan senapan angin rakitan. “Kasus ini terus kita kembangkan, termasuk mengungkap  asal senjata rakitan yang dibawa tersanga MA” ungkap Feby.

Kasus ini terungkap  berawal saat tersangka MA melakukan aksi koboi dengan menghadang dan memecah kaca bus penumpang Jurusan Bojonegoro- Surabaya  dengan senjata rakitan. Saat melintasi rel KA Bojonegor-Babat,  tiba tiba  bus Margojoyo Nopol S 7046 US  yang dikemudikan Husain itu  mendahului  mobil yang dikendarai MA dari sebelah kanan. Diduga karena kaget, MA tersulut emosi dan mengejar bus tersebut dan menghadangnya di Babat.

"Sempat menembak ke udara dua kali dengan senjata laras panjang," terang  salah satu penjual asongan yang berada di sekitar kejadian.

Sejumlah warga kemudian melaporkan kejadian itu  ke polsek Babat dan petugas kepolisian mengamankan pelaku oknum Polsuska yang tinggal di perumahan Puncakwangi, Kecamatan Babat itu. Kemudian dibawa ke Sub Denpom TNI AD Lamongan karena dia mengaku seorang anggota TNI. Setelah dilakukan pemeriksaan, kasus MA kemudian dibawa ke Polres Lamongan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut mengingat saat ini  MA merupakan masyarakat biasa atau sipil.(kom/dra)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>