Harga Beras Turun, Seiring Memasuki Massa Penen Padi

Rabu, 14 Maret 2018  16:47

Harga Beras Turun, Seiring Memasuki Massa Penen Padi

Salah seorang petani di Kabupatan Lamongan yang sedang memanen padinya.

Foto:BM/Komari

LAMONGAN (BM)-Harga beras di Kabupaten Lamongan mengalami penurunan semenjak memasuki massa panen padi. Beras  IR 64 kualitas  medium menjadi Rp. 7 ribu perkilogram, padahal sebelumnya mencapai  Rp 9 ribu perkilogram.

 

“Pada bulan Desember 2017 dan Januari 2018 lalu, harga beras mengalami kenaikan. Dan saat ini semenjak memasuki musim panen padi, harga beras langsung mengalami penurunan. Penurunan itu terjadi  karena melimpahnya beras produksi petani seiring meluasnya panen padi di Lamongan” kata Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan, Rabu (14/3) siang.

 

Menurut Agus, panggilan Agus Hendrawan, berdasarkan keterangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pada minggu pertama Bulan Maret, harga beras di Pasar Sidoarjo untuk IR 64 kualitas Medium yang semula Rp 9.000 perkilogram, turun menjadi Rp. 7.000 perkilogram.

 

 

“Di Pasar Blimbing dan Pasar Mantup untuk kualitas beras yang sama, masing-masing turun Rp. 1.000 perkilogram. Dari harga semula Rp 9.000 perkilogram menjadi Rp. 8.000 perkilogram” terang Agus.

 

Di sisi lain, papar Agus,  dari data Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, panen raya pertama di Kabupaten Lamongan diperkirakan akan berlangsung hingga April mendatang.

 

 Pada Bulan Januari lalu, luas lahan panen mencapai 2.355 hektare dengan hasil 16.249,5 ton gabah kering giling (GKG). Kemudian pada Februari luas lahan panen meningkat menjadi 6.812 ha dengan hasil 47.002,8 ton GKG.

 

“Jika target luas panen tahun 2018 ini terpenuhi, maka akan tercapai luas panen 155.000 hektare. Sementara produksi padi Lamongan tahun lalu mencapai 1.087.964 ton”  papar Agus Hendrawan serius. ()

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>