Jelang Lebaran,Berkas Bagi Bingkisan ke Warga Miskin

Selasa, 12 Juni 2018  14:05

Jelang Lebaran,Berkas Bagi Bingkisan ke Warga Miskin

Perwakilan Komunitas Berbagi dengan Ikhlas (Berkas) saat beri bingkisan lebaran di di Desa Nguwok Kecamatan Modo Lamongan

Reporter: Komari

.

LAMONGAN (BM)- Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, sejumlah warga yang tergabung dalam Komunitas  Berbagi Secara Ikhlas (berkas)  membagikan santunan berupa baju lebaran kepada kaum  dhuafa di sekitar wilayah Babat Lamongan.

“Bingkisan baju lebaran ini untuk membantu warga kurang mampu dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Diharapkan hal tersebut mampu memotivasi mereka untuk lebih maju” kata salah satu perwakilan Berkas, Ika Wahyuni, Selasa (12/6).

Santunan lebaran tersebut diantaranya dilakukan di Desa Nguwok Kecamatan Modo. Di Desa ini sejumlah warga kurang mampu yang menerima bingkisan tersebut.

Menurut Ika, panggilan Ika Wahyuni, bingkisan lebaran tersebut merupakan hasil dari donasi, baik donasi dari anggota Berkas sendiri maupun dari donator dari luar anggota Berkas.

”Semoga kegiatan ini bisa membawa manfaat untuk para penerima dan juga berkah buat para donatur komunitas berkas ”  ucap Ika berharap.

Di sisi lain Warti (50) salah satu penerima bingkisan pagi ini, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian komunitas Berkas, ”Alhamdulillah dan terima kasih atas bingkisan baju untuk lebaranya” ucapnya singkat.

Selain memberi bingkisan lebaran bagi warga kurang mampu, Berkas sebelumnya juga secara rutin setiap hari Jum’at  memberikan uang saku kepada siswa-siswa yatim-piatu  di sekitar Babat.

Sebelumnya Komunitas berbagi secara Ikhlas ini juga  meberi santunan kepada seorang nenek berumur 50 tahun yang hidup sebatangkara dalam kondisi lumpuh  di Desa Desa Patihan, Kecamatan Babat

 

"Saya lumpuh sudah lama sekali, sejak masih bersuami, sekitar 30 tahun lalu. Awalnya saya jatuh di kamar mandi terus gak bisa berdiri hingga sekarang" kata Kasminah, dirumahnya, kemarian.

 

Ironisnya, pasca kejadian jatuh di kamar mandi  tersebut, suami Kasminah yang baru sekitar 4 tahun menikahnya kemudian meninggalkan Kasminah. Sejak itulah nenek berumur 50 tahun ini hidup sebatangkara karena kedua orang tuanya juga sudah meninggal dunia.

 

Kondisi tersebut membuat Kasminah yang lumpuh dan menderita penyakit diaebetes ini praktis tak bisa bergerak bebas melakukan aktivitas sehari – harinya. Ia hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangga.

  

“Nenek Kasminah tidak bisa melakukan aktifitas sendiri karena lumpuh dan menderita diabetes. Dan terjadi sejak 30 tahu lalu” kata Kastin, tetangga Kasminah. ()

 

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>