Pendapatan Naik, Kinerja Pamong Desa Harus Ditingkatkan

Rabu, 14 Februari 2018  10:52

Pendapatan Naik, Kinerja Pamong Desa Harus Ditingkatkan

Pertemuan perwakilan perangkat atau pamong desa se-Kabupaten Lamongan dengan Komisi A DPRD Lamongan.

Reporter: Komari

 

LAMONGAN (BM)-Komisi A DPRD Lamongan berharap agar kenaikan pendapatan melalui  peningkatan tunjangan  yang diterima perangkat atau pamong desa harus diikuti dengan peningkatan kinerja. 

 

“Peningkatan tunjangan harus diikuti dengan peningkatan kinerja dalam melayani masyarakat di desanya masing-masing” kata anggota Komisi A DPRD Lamongan, Anshori, Selasa (13/2) setelah menerima perwakilan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Lamongan.

 

 

Menurutnya rincian perolehan tunjangan jabatan masing-masing desa berkisar antara Rp 150 ribu hingga  Rp 500 ribu setiap bulannya, tergantung berasan bagi hasil pajak desanya.

 

“Secara rinci tunjangan sebesar Rp 150 hingga Rp 200 ribu  akan diterima pamong di 91 desa, tunjangan sebesar  Rp 200  ribu hingga Rp  300 ribu terjadi di 31 318 desa” ungkap Anshori.

 

Sedangkan , lanjutnya,  tunjangan sebesar  Rp 300 ribu hingga Rp  400 ribu akan dialami di 35 desa. Dan tunjangan Rp 400 ribu - Rp500 ribu terdapat di  9 desa. Dan tunjangan hingga diatas Rp 500 ribu terjadi di 9 desa” tambahnya.

 

Sementara itu, salah seorang perwakilan PPDI, Nasir, menyebutkan untuk penghasilan tetap pamong desa tidak dimungkin ada kenaikan mengingat Siltap saat ini sudah mencapai 60 persen dari ADD.

 

“Siltap atau gaji saat ini rata Rp 1,1 juta dan tunjangan diberikan selama ini berkisar Rp 300 ribu, sehingga total yang diterima pamong desa Rp 1, 4 juta perbulanya” jelas Nasir.

 

Adanya kenaikan tunjangan, tegas Nasir, diharapkan semakin menyejahterahkan perangkat atau pamong desa sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara maksimal.

 

Seperti diketahui, pada awal Bulan Januari lalu, puluhan  perwakikan perangkat atau pamong desa se-Kabupaten Lamongan, mendatangi Kantor Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lamongan.  Mereka menuntut agar ada peningkatan tunjangan perangkat desa mengingat selama ini tunjangannya dianggap kurang dan tidak seimbang dengan kinerja.

 

“Tujuan kita adalah meminta Pemkab Lamongan untuk  memberi tambahan tunjungan perangkat desa menjadi minimal Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Karena tunjangan selama tidak sebanding dengan kinerja yang dilakukan oleh perangkat desa” kata Suhartono, salah perwakilan perangkat desa, saat itu.

 

Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi, saat itu yang menemui puluhan perwakilan perangkat desa tersebut menegaskan untuk menaikan atau memberi tunjangan perangkat desa itu ada aturan.

 

“Dan yang jelas kami akan berupaya untuk menaikan tunjangan perangkat desa se-Kabupaten Lamongan. Terkait besaranya kita carikan dulu  formasi yang tepat agar tidak menyalahi aturan”  ungkap  Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi saat itu.

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>