Penggelapan Pembebasan TanahPetani dan Desa,BBnya Cek

Kamis, 11 Juli 2019  17:50

Penggelapan Pembebasan TanahPetani dan Desa,BBnya Cek

Persidangan Penggelapan Uang Pembebasan Tanah Petani dan Bengkok Desa di PN Lamongan

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Perkara dugaan penggelapan uang pembebasan lahan milik petani dan lahan milik desa di wilayah Kecamatan Kembangbau Kabupaten Lamongan  memasuki persidangan yang ke empat di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.

 

“Bukan BG, tapi barang buktinya berupa cek sebanyak dua lembar. Satu lembar berisi uang Rp 1, 6 milyar dari petani  dan Rp 1,2 milyar dari pihak desa” kata Simon Halim, saksi korban pada sejumlah awak media di sela-sela sidang,  Kamis (11/7) sore.

 

Dan, lanjut Simon panggilan Simon Halim, dua cek tersebut  benar-benar ada isinya kalau kosong maka dirinya akan menanggung resiko hukum.

“Selain itu, kedua cek tersebut tidak tertanggal karena jika dikasih tanggal maka ada jangka waktu kadaluwarsanya” ungkapnya.

 

Seperti diketahui sebelumnya Penasihat Hukum terdakwa, Hands Edward Hehakaya, S.H.,M.H, dalam perkara tersebut mempertanyakan barang bukti Bilyet Giro (BG)  pengganti uang barang bukti senilai kurang lebih Rp 2,9 Miliar.

 

“Karena saat klien kami menyerahkan Barang Bukti itu berupa uang tunai, namun pada proses persidangan barang bukti menjadi Bilyet Giro (BG) pengganti uang barang bukti senilai kurang lebih Rp 2,9 milyar, tidak disertakan tanggal, dengan begitu keberadaan uang tunainya patut dipertanyakan” kata Hands Edward Hehakaya, Senin (8/7) kemarin.

 

Menurutnya, sesuai peraturan Bank Indonesia no 18/41/PBI/2016 ada beberapa persyaratan, salah satunya jika tidak dicantumkan tanggal pencairan, itu bukan dinamakan BG, dan jika bukan dinamakan BG maka tidak bisa dijadikan bukti.

 

"Kami minta transparan dari pihak kejaksaan. Setidaknya pihak jaksa harus melaksanakan ketentuan dari peraturan BI," ungkap Hands Edward Hehakaya.

 

Dipertanyakannya status barang bukti miliaran rupiah itu oleh Edward, merupakan upaya membela kliennya untuk membuat terang, meskipun masih dalam proses persidangan.

 

"Iya benar, saya sudah mengajukan permohonan inzage kepada majelis hakim. Dalam sidang sebelumnya, JPU sudah menunjukkan tapi dalam bentuk BG yang tanggalnya dikosongi," ujar Edward.

 

Di sisi lain, secara terpisah Humas Pengadilan Negeri (PN) Lamongan Agusty Hadi Widarto, S.H menyebukan barang bukti itu bersifat titipan. Dan yang menghadirkan adalah Jaksa Penuntut Umum Kejari Lamongan.

 

 "Barang bukti dalam perkara ini berupa cek. Karena  faktor jumlah yang sangat besar  dan resiko maka barang buktinya berupa cek itupun terdapat berita acaranya” papar Agusty Hadi Widarto singkat. ()

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>