Pilkada Ditunda, Sejumlah Bacabup Kian Optimalkan Persiapan
Ketua KPU Lamongan,, Mahrus Ali,
By: komari
31 Mar 2020 14:48
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lamongan ditunda akibat maraknya virus corona di sejumlah daaerah. Dan kini pihak menyelenggerameunggu hukum paying hukum terkait penundaan dan waktu penundaan tersebut.

“Hasil Rapat Dengar Pendapat atau RDP  KPU RI, Bawaslu RI, DKPP, Kemendagri, dan DPR  menyebutkan hal penundaan tersebut. Dan akan ada opsi terkait waktu dan akan terbitkan perpu sebagai payung hukumnya” kata Ketua KPU Lamongan,, Mahrus Ali, Selasa (31/3) siang.

Menurutnya, penundaaan pemilihan Bupati dan wakil Bupati tersebut tidak hanya di Lamongan tapi di seluruh Indonesia. Hal Ini akibat semakin merebaknya virus covid 19.

“Penundaan terjadi secara serentak se-Indonesia” ungkap Mahrus, panggilan Mahrus Ali.

Mahrus juga menegaskan Rapat Dengar Pendapat atau RDP KPU RI, Bawaslu RI, DKPP, Kemendagri, dan DPR tersebut juga diputuskan penyerahan sisa anggaran Pilkada yang belum terpakai digunakan untuk penangganan virus covid 19.

Sementara itu Ketau Bawaslu Lamongan, Miftahul Badar, menyebutkan kesimpulan rapat di RI antara penyelenggara pemilu, DPR dan Pemerintahmemang begitu, hanya saja, keputusan penundaan tersebut  butuh payung hukum sendiri, karena waktu pelaksanaan Pilkada diatur di UU 10 2016” tegas Miftahul Badar.

“Payung hukum yang dimaksud kemungkinan besarnya adalah Perppu. Nah Perppu ini yang ditunggu. Ketika Perppu ini sudah ada, maka bisa dikatakan Pilkada 2020 resmi ditunda” ungkapnya.

Disi lain, Yuhronur Effendi, salah satu bakal calon bupati yang sudah mengikuti penjaringan di sejumlah partai politik di Lamongan mengaku penundaahn Pilkada Lamongan juga memberi kesempatn untuk memaksimalkan persiapan.

“Kita ikuti saja ketentuan pemerintah, karena itu yang terbaik bagi masyarakat. Dan  untuk saya tetap mempersiapkan diri kapan saja pilkada dilaksanakan” papar Yuhronur.

Hal senada juga disampaikan  Sholahudin yang juga telah mengikuti penjaringan atau pendaftaran bacabup di sejumlah porati politik di Lamongan.

“Njih mboten nopo nopo la wong ( ya tidak apa-apa) situasi negara lagi fokus penanganan wabah COVID 19” kata Sholahudin pada sejumlah awak media melalui whatshapp.

Serupa juga diungkapkan Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati. Menurut wanita yang juga telah mengikuti penjaringan atau pendaftaran bacabup di sejumlah porpol itu mnjelaskan walaupun pilkada bagian dari proses demokrasi untuk NKRI yang sejahtera. Tapi menyelesaikan permasalah kemanusiaan lebh dari segalanya  Fokus corona menjadi bagian yang pnting untuk  menjaga NKRI

“Maka penundaan pilkada adalah sebuah keharusan, bagi calon pimpinan daerah semuanya harus dimaknai positif  akan lebih bisa berkonsolidasi mencerdaskan rakyat dengan  program mengajarkan proses demokrasi denga benar berahlak santun dan tidak boleh ada yang mengajari rakyat dengan  fitnah downgrade lawan  dan kebohongan public” terang Kartika Hidayati.

Menurutnya .negarawan yang baik akan mengajar rakyat yang dipimpinnnya dengan proses demokrasi yang berkarakter  NKRI,  merah putih butuh pimpinan yang negarawan berkarakter n berahlaqul karimah

“Adanya Corona ini mengajarkan kepada semuanya untuk  saling menguati, saling dukung, saling tolong bersatu untuk  selamat dari corona” pungkas Kartita Hidayati. (kom)


Create Account



Log In Your Account