PLTSa Diharap Dimanfaatkan Secara Maksimal

Jumat, 16 November 2018  14:29

PLTSa Diharap Dimanfaatkan Secara Maksimal

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Tambakrigadung -Lamongan

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Sejumlah kalangan mengharap agar Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di (Tempat Pembuangan Akhir) TPA Tambakrigadung Kabupaten Lamongan,  dimanfaatkan secara maksimal mengingat dana pembangunan atau pengadaannya  PLTSa tersebut mencapai Rp 2, 4 Miliar.

Menurut Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Siti Maskamah Mursid, PLTSa itu minimal dapat menerangi lokasi   TPA  saat malam hari sehingga di lokasi tersebut  tidak lagi memerlukan aliran listrik dari PLN.

“Kalau PLTSa tersebut mampu menerangi lokassi TPA, maka secara otomatis terjadi efesinsi untuk penerangan” kata Siti Maskamah.

Maskamah juga menyanyangkan kurang maksimalkan PLTSa mengingat anggaran pengadaanya tergolong besar di Pemkab Lamongan.

“Pusat Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Tambakrigadung, informasi dari Dinas LH, atas perintah dari kementrian LH, operasionalnya dari Kementrian LH supaya dihentikan karena menunggu regulasinya untuk kota kecil” ungkap Maskamah, panggilan Siti Maskamah.

Namun, tegas Maskamah, pihaknya menyarankan  kepada kepala dinas LH untuk berkonsultasi dan mengurus regulasinya ke kementrian LH, dan aset itu supaya  dirawat bisa operasional minimal dapat  mencukupi kebutuhan energi listrik TPA sendiri termasuk lingkungannya.

Di sisi lain, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan, menegaskan, akan melakukan kordinasi dengan instansi terkait untuk memaksimalkan PTSa tersebut.

“Memang ada sejumlah kendala terkait PLTSa, diantaranya terkait ketersediaan bahan baku, tapi yang jelas kita akan berusaha maksimal, agar fungsinya dapat rasakan warga, utamanya untuk penerangan di sekitar lokasi TPA Tambakrigadung” kata Agus Hendrawan menegaskan. ()

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>