PWI Turut Droping Air Bersih ke Desa Alami KrisisAir Bersih

Selasa, 16 Oktober 2018  17:42

PWI Turut Droping Air Bersih ke Desa Alami KrisisAir Bersih

Penasehat PWI Lamongan, Imron Rosidi (bertopi) bantu warga sat dropiing air bersih di Dusun Gedondong Desa/Kec Sarirejo

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Sejumlah awak media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan turut ambil melakukan dropping air bersih ke sejumlah desa yang warganya kesulitan mendapat air bersih selama musim kemarau melanda.

 

Menurut Ketua PWI Lamongan, Bachtiar Febrianto, penyaluran air bersih yang dilakukan PWI tersebut dilakukan selama 5 hari, diantaranya di Dusun Gedondong Desa/Kec Sarirejo,  Desa Soko Kecamatan Tikung, Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung, Dusun Balan Desa Banjarejo Kecamatan Sukodadi, dan Dusun Awar-awar Desa Bulumargi Kec Babat.

 

”Masing-masing titik pendistribusian terdapat kordinatornya, misalanya droping di Dusun Gedondong Kecamatan Sarirejo kordinatornya Imron Rosidi.  Sedangkan di Desa Soko Kecamata Tikung dikoorinatori Kadam Mustoko, dan di  Desa Bakalanpule dikoordinatori Muhajirin” kata Bactiar Febrianto, Selasa (16/10) siang.

 

Sementara, lanjutnya, dropping air berbersih di Dusun Balan Desa Banjarejo Kecamatan Sukodadi dibawa kordinatorh Ahmad Zainuri, dan Dusun Awar-awar Desa Bulumargi Kec Babat dikoordinatori oleh Hamim Anwar.

 

“Para koordinator itu langsung ikut turun ke lokasi bersama dengan angota PWI lannya ikut bahu membahu melancarkan distribusi air, karena setiap titik akan didroping air dua tangki dengan kapasitas satu tangkinya 5000 liter” ungkap Febri, panggilan Bactiar Febrianto.

 

Febri juga juga memaparkan  ini semua merupakan kerjasama PWI Lamongan dan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Lamongan untuk meringankan bebena warga yang keselitan mendapat air untuk memenuhi kebutuhan minum, masak dan mandi.

Di sisi lain, salah satu Penasehat  PWI Lamongan, Imron Rosidi yang ikut langsung mengawal droping air bersih ini, mengaku cukup terharu dengan antusias warga yang dengan sukarela menunggu untuk mendapatkan air bersih.

 

 

“Di Dusun Gedondong, sudah sekitar 3 bulan ini krisi air bersih. Sumur-sumur warga dan Telaga desa sudah kering kerontan. Maka bantuan ini  diharap meringankan warga” terang Imron Rosidi.

 

Sementara itu, data yang dilansir oleh Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebutkan saat ini secara keseluruhan sudah sebanyak  ada 40 desa di 10 kecamatan yang wilayahnya kekeringan, dan warganya mulai kelimpungan karena krisis air.

 

Dan jika hujan tidak segera turun, diperkirakan desa yang mengalami krisis air bersih akan bertambah."Kian hari kian meluas jumlah desa yang alami kekeringan dan krisis air bersih,"kata Suprapto Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, beberapa waktu lalu. ()

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>