Satpol PP Terapkan Tiga Shift untuk Tertibkan PKL Di Trotoar

Rabu, 14 Februari 2018  14:30

Satpol PP Terapkan Tiga Shift untuk Tertibkan PKL Di Trotoar

Petugas Satpol PP Lamongan angkut peralatan PKL yang masih bandel berjualan di atas trotoar di Kota Lamongan

 

Repoter: BM/Komari

LAMONGAN (BM)-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan memberlakukan tiga shift atau pembagian waktu kerja dalam menertibkan pedagang kali lima (PKL) yang mangkal di atas trotoar di sepanjang jalan di Kota Lamongan.

 

“Shift pertama bertugas menertibkan pagi hingga siang hari, shift kedua di malam hari, sedangkan shift  ketiga bertugas menertibkan PKL yang mangkal di trotoar saat malam hingga pagi hari. Itu semua kita lakukan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat pejalan kaki, mengingat trotoar dibangun untuk kenyaman pejalan kaki” kata Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Lamongan, Bambang Yustiono, Rabu (14/2).

 

Menurutnya,  shift atau pembagian waktu kerja bagi petugas Satpol PP tersebut karena  tidak semua PKL  hanya berjualan  di siang hari, namun ada yang memulai usahanya tersebut di malam hari.

 

“Ada  yang hanya berjualan hanya sore hingga malam hari saja, dan ada yang memulai jualan malam hari hingga pagi hari. Maka untuk mengahadapi kondisi tersebut kita terapkan shift atau pembagian waktu kerja untuk petugas penertibanya” jelas   Bambang Yustiono.

 

Sebelum dilakukan penertiban, terlebih dahulu petugas telah melakukan sosialisasi ke PKL dengan pemberitahuan agar mereka tidak berjualan lagi di atas trotoar karena dianggap mengganggu pejalan kali.

 

“Kepada mereka (PKL),  kita tegaskan  tidak boleh menempati trotoar. Dan jika ada yang masih nekad, kita akan melakukan tindakan tegas, diantaranya mengangkut peralatanya” tegas Bambang, panggilan Bambang Yustiono.

 

Seperti diketahui, sebelumnya secara terpisah Direktur Lamongan Watch, Shobikin Amin, berharap ada solusi dibalik penertiban tersebut, mengingat selama ini PKL bekerja  hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk untuk membiayai anak-anaknya yang bersekolah.

 

“Kami sepakat adanya penertiban karena sesuai fungsinya trotoar untuk pejalan kaki, namun harus ada solusi yang tepat. Jangan sampai mereka direlokasi ketempat  yang jauh dari pembeli hingga menyebabkan pendapatan mereka turun drastis atau justru mereka malah merugi atau gulung tikar” kata Shobikin Amin berharap. (kom)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>