Sejumlah Kades Adukan Akun Nur Rozuqi ke Polisi

Kamis, 15 Maret 2018  15:16

Sejumlah Kades Adukan Akun Nur Rozuqi ke Polisi

Ketua LBH POSPERA Jatim, Indahwan Suci Ning Ati, saat dampingi sejumlah Kades dan Pendamping Desa ke SPKT Polres Lamongan.

Reporter:BM/Komari


LAMONGAN (BM)- Merasa dirugikan dan dilecehkan oleh tulisan di akun Facebook  Nur Rozuqi, sejumlah  kepala desa dan sejumlah Pendamping Desa di Lamongan akhirnya melaporkan pemilik akun tersebut ke polisi.

 

“Status di akun tersebut sangat merugikan klien kami. Dan karena itu kita mengadukan pemilik akunya ke Polres Lamongan agar dilakukan langka hukum” kata Ketua LBH POSPERA Jatim, Indahwan Suci Ning Ati, saat mendampingi  sejumlah Kades dan Pendamping Desa ke SPKT Polres Lamongan,  Kamis (15/3) siang.

 

Menurutnya, Indah panggilan Indahwan Suci Ning Ati pada 13 Maret lalu akun Bur Rozuki menulis di grup Forum Gerakan desa Merdeka dengan kalimat Ternyata tidak hanya kades yang banyak jadi “Pemborong”. Pendamping Desa pun ada yang menjadi” pemborong”, BANJINGAN.

 

“Tulisan tersebut merugikan klien kami,  maka mohon agar Bapak Kapolres Lamongan menindaklanjuti pengaduaan kami ini, agar  diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena kami tas nama pendamping desa dan Kepala Desa  merasa keberatan dengan tulisan tersebut yang menurut kami   sama dengan mencemarkan nama baik pendampimng desa maupaun Kades” ungkap Indah tegas.

 

Indah memaparkan  diantara Kades yang merasa dirugikn tersebut adalah Kades Taji, Kades Brumbun, Kades Pringgoboyo, Kades Gedangan, Kades Ngayung, Kades Geger  dan Kades Kanugrahan. “Tidak menutup kemungkinan masih ada lagi kades-kades lain yang merasa dirugikan dengan status atau tulisan di akun  Nur Rozuki di Facebook tersebut” terang Indah, panggilan   Indah Suci Wati.

 

Sebelumnya, Rabu (14/3) kemarin, pemilik akun tersebut juga diadukan Kepala Desa Gedangan, Ali Ghufron ke Polres Lamongan. “Status yang terkait Kades sangat menyudutkan. Makanya agar ini tidak semakin meresahkan, kami melaporkan ke Polres agar dilakukan langka hukum terhadap pemiliknya” kata Ali Gufron, saat di depan  ruang SPKT Polres Lamongan,  Rabu (14/3) kemarin.

 

 

Ali Gufron mencontohkan status tersebut  bertuliskan "Teryata tidak hanya Kades yang  banyak jadi "pemborong" Pendamping desa pun ada yang jadi "pemborong" BAJINGAN juga"

 

“Ini menurut saya  sebagai bentuk pencemaran nama baik dan melakukan dugaan ujaran kebencian, dan Polisi harus segera bertindak dengan melakukan penegakan hukum,  agar kejadian serupa tidak terulang lagi” pintanya serius. 

 

Di sisi lain, pemilik aku FB Nur Rozuki saat dikonfermasi menyebutkan dirinya siap untuk dimintai keterangan atau klarifikasi terkait statusnya tersebut. “Gpp mas, aku siap kok” katanya singkat. ()

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>