Tanggul Bengawan Solo Longsor Lagi, Warga Resah

Selasa, 06 November 2018  14:07

Tanggul Bengawan Solo Longsor Lagi, Warga Resah

Kondisi tanggul Bengawan Solo yang longsor di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Tanggul Bengawan Solo yang melintas di wilayah Kabupaten Lamongan  mengalami longsor atau sleding lagi. Kali ini longsor sepanjang 100 meter dan terjadi di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.

Kondisi tersebut membuat warga di dekat tanggul bengawan resah, mereka kawatir ada longsor susulan mengingat beberapa hari terakhir di wilayah Lamongan terjadi hujan.

“Maka berharap ada upaya dari Pemkab Lamongan agar tidak terjadi longgor susulan hingga ke pemukiman warga” kata Ahmad, salah seorang warga, Selasa (6/11)

Kepala BPBD Lamongan, Suprapto, menyebutkan pihaknya sudah langsung berkordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lamongan dan   Balai Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk penanganan longsor tersebut.

Sudah saya kordinasikan dengan Dinas SDA Lamongan maupun Balai besar wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) dan akan ditinjau ke lokasi, mengingat tanggul yang sleding itu kewenanganya” tegas Suprapto.

Seperti diketahui pada Minggu (28/10) lalu, tanggul  Bengawan Solo di Lamongan juga longsor atau sleding sepanjang 150 meter, tepatnya terjadi di Desa Keduyung Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan longgsor, akibatnya sebanyak enam rumah milik warga rusak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan berharap agar warga menjaga kewaspadaan.

“Kejadian ini terjadi pada Minggu (28/10) malam saat sebagian warga sudah tidur. Dan rumah yang rusak diantaranya milik Askuri, Subadi, Kaswaji, Sunafik serta milik Supriyadi dan bengkel milik Fadeli” kata Kepala BPBD Lamongan, Suprapto, saat itu.

Dalam kejadian ini, lanjut Suprapto, tidak ada korban jiwa, warga berhasil menyelamatkan  diri sebelum reruntuhan rumah menimpah  mereka.

“Secara detail  bantaran Bengawan Solo yang longgor tersebut  lebarnya  10 meter,  panjang 150 meter  dan kedalaman 6 meter.  Dan masih berpotensi ambles atau  longsor lagi” ungkap Suprapto.

Menurut Suprapto, longgsornya bantaran Bengawan Solo tersebut karena dari musim kemarau yang panjang  setelah itu ada hujan yang lebat  sehingga mengakibatkan tanah yang  rentak-retak kemasukan air hujan.

“Akhirnya terjadi  longsor apalagi lokasi dibantaran dengan bengawan solo” jelasnya.

Saat  itu Kepala Desa Keduyung ,  Edy Purnomo,  mengatakan, saat ini warga sedang melakukan kerja bakti bergotong royong untuk  menyelamatkan barang barang  milik korban. “Kami Pemerintah Desa Keduyung meminta adanya relokasi mengingat kejadian tersebut sudah beberapa kali terjadi” tegas Edy Purnomo

Sedangkan,  tambah  Edy Purnomo, warga yang rumahnya rusak untuk sementara waktu mengungsi ke rumah familinya masing-masing yang masih di Desa Keduyung. (kom)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>