Tinggalkan Pertanian Kimia, Petani Makin Makmur

Senin, 18 Februari 2018  11:49

Tinggalkan Pertanian Kimia, Petani Makin Makmur

Petani Desa Besur Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan saat ikuti sekolah tani di balai desa setempat.

Reporter: Komari

 

LAMONGAN (BM)-Petani di Desa Besur Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan, kini mulai meninggalkan pertanian kimia dan beralih ke pertanian alami, sehingga padi  atau beras yang dihasilkan sangat sehat serta petani semakin makmur.

 

“Petani disini selalu aktif  mengikuti sekolah tani di Balai Desa untuk meningkatkan pengetahuanya dalam menerapkan pertanian alami atau organik. Sedangkan guru atau pematerinya dari pihak Dinas Pertanian” kata Kasi Pemerintahan  Desa Besur,  Muhlis, Minggu (18/2).

 

Muhlis mencontohkan, saat ini petani  sudah tidak lagi menggunakan pestisida dalam membasmi hama yang menyerang tanaman padi. Mereka justru memanfaatkan agen hayati untuk mengusir hama tersebut.

 

“Dari penggunaan hayati ini, tidak hanya hasil beras menjadi sehat, tapi biayanya perawatan menjadi sangat murah dibanding dengan penggunaan pestisida.  Misalnya jika menggunakan pestisida maka pengeluaran  petani mencapai Rp 400 ribu, namun dengan menggunkan agen hayati uang yang dikeluar petani tidak sampai Rp 100 ribu dalam satu hektarnya” ungkap Muhlis yang juga merupakan petani tersebut.

 

Menurutnya, revolusi dari pertanian kimia ke pertanian alami  tersebut berawal adanya serangan hama kepik hingga menyebabkan gagal panen pada tahun 2016 lalu.

 

“Dari sinilah kemudian, seluruh petani dikumpulkan dan diberi penyuluhan dari Dinas Pertanian terkait Pengelolahan Hama Terpadu (PHT), termasuk beralih dari penggunaan pestisida ke agen hayati” tegasnya memaparkan.

 

Kini sistem pertanian alam tersebut mulai diikuti petani di desa-desa tetangga Desa Besur. “Dari Pertanian alami ini hasilnya semakin memakmurkan petani mengingat biaya perawatan hingga panen sangat murah, sedangkan harga hasil panennya sangat tinggi” jelasnya.

 

Ke depan, petani di Desa Besur berencana akan memasarkan sendiri beras sehat yang dihasilkan tersebut.  “Beras sehat di pasaran sangat mahal harganya, maka untuk itu kita akan pasarkan sendiri dengan melakukan pengemasan sendiri” tegas Muhlis.

 

Di sisi lain, sebelumnya  Dinas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Lamongan  dalam mendukung program pertanian organik tersebut telah memberi tiga truk dan Pick Up senilai Rp 884 juta. Ketiga anggkutan darat itu sebagai  operasional dan mengangkut limbah kotoran ternak untuk diolah menjadi pupuk organik.

 

“Pupuk organik tersebut berfungsi untuk membuat lahan pertanian menjadi lebih subur, sehingga diharapkan hasil panen petani meningkat” kata Bupati Fadeli, saat itu yang mencoba mengemudikan sendiri salah satu truk tersebut sambil  mengajak Sekkab Yuhronur Effendi dan Kepala Disnakwan Lamongan Sukriyah.()

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>