Warga Diharap Waspadai DBD

Rabu, 06 Desember 2017  23:07

Warga Diharap Waspadai DBD

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Bambang Susilo

LAMONGAN(BM)-Meski gigitan nyamuk Aides Aegepty di Lamongan belum menunjukan peningkatan yang signifikan, namun Dinas Kesehatan berharap agar warga waspada dan terus meningkatkan kesehatan dan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Bambang Susilo, menyebutkan tahun 2017 ini, tepatnya mulai bulan Januari hingga November sebanyak 238 warga yang terjangkit Demam Berdarah (DBD).

 

 “Khusus pada bulan November 2017 ini, terdapat sebanyak 12 warga yang terkena DBD. Semoga di bulan Desember mendatang tidak ada peningkatan. Warga diharap selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sebagai langka antisipasi merebaknya serangan nyamuk Aides Aegepty” kata Bambang Susilo, Rabu (6/12).

 Bambang, panggilan Bambang Susilo, memaparkan terdapat lima kecamatan yang terbanyak endemis DBD, yakni di Kecamatan Lamongan, Babat, Paciran, Tikung dan Kecamatan Sugio. “Sedangkan upaya Dinkes Lamongan selama ini adalah membuatkan surat kepada seluruh puskesmas tentang  kewaspadaan lonjakan DBD awal musim penghujan dan kewaspadaan bencana terkait cuaca ekstrem. Serta pelaksanaan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk lebih diintensifkan” jelas Bambang.

 Disisi lain, juga dilakukan pemberian Abate atau Abatisasi di daerah endermis secara gratis. “Dalam pelaksanaan pengasàpan atau fogging fokus disekitar rumah penderita yg positip DBD secara gratis” terangnya.  Pihak Dinkes Lamongan juga berharap agar masyarakat yang mengalami tanda-tanda DBD diharap segera memeriksakan diri ke Pukesmas  atau pelayanan kesehatan terdekat untuk mengantisipasi keluhan yang lebih parah. Gejalah atau ciri-ciri serangan nyamuk Aides Aegepty tersebut diantaranya menyebabkan demam tinggi mendadak 2-7 hari, demam bersifat bifasik (seperti pelana kuda) yakni panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi.Selain itu ruam pada kulit, nyeri belakang mata,  Manifestasi perdarahan yang ditandai dengan Ptekie atau bintik-bintik merah kehitaman pada kulit yang apabila kulit diregangkan warna tetap terlihat,  mimisan (epistaksis),  muntah darah (hematemesis), serta  BAB berdarah biasanya berwarna hitam.(kom/dra) 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>