Cegah DE Dengan Rutin Konsultasi Dokter

Rabu, 05 Desember 2018  15:39

Cegah DE Dengan Rutin Konsultasi Dokter
SURABAYA (BM) - Tanpa disadari, disfungsi ereksi (DE) dapat merubah suasana harmonis menjadi berantakan. Karena itulah, hal ini harus segera diatasi. Dokter spesialis andrologi yang berpraktek di RSU Dr. Soetomo Surabaya dan RS Adi Husada dr. Susanto Suryaatmadja MS. Sp. And berbagi informasi terkait DE.

 
 “Banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat sebagai bagian dari norma dan budaya menjadi salah satu penyebab keengganan pria penderita DE untuk berkonsultasi dengan dokter dan cenderung memilih untuk mengobati sendiri. Ini perilaku yang perlu diubah," ungkapnya dalam seminar di Hotel Four Points Sheraton Surabaya, Rabu (5/12)
 
 
Lanjut dr Susanto, anggapan DE sebagai hal yang normal seiring bertambahnya usia merupakan salah satu mitos yang menghalangi seorang pria penderita DE untuk berkonsultasi dengan dokter. Keengganan untuk berkonsultasi dengan dokter tanpa disadari dapat menimbulkan risiko yang lebih besar bagi kesehatan.
 
Penderita perlu menyadari bahwa DE dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes.4 Persepsi bahwa DE hanya menyerang pria lebih tua adalah persepsi yang harus diluruskan karena DE dapat menyerang semua pria tanpa mengenal batas usia. Pada usia muda, pria juga sudah mulai memiliki kondisi medis yang berisiko terkena DE seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.

 
"Keenganan untuk berkonsultasi dengan dokter membuat pria mencari pengobatan sendiri diantaranya dengan pengobatan herbal. Herbal dianggap jalan pintas dalam mengatasi DE. “Sebaiknya pria berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengambil tindakan pengobatan apapun,” dr. Susanto menjelaskan.
 
 
Saat ini belum ada produk herbal yang secara ilmiah dan teruji secara klinis efektif dalam mengatasi DE. Kurangnya gairah seksual seringkali dianggap penyebab DE, padahal banyak kondisi medis, pengobatan dan faktor psikologis yang dapat menyebabkan DE. Untuk mencapai ereksi yang baik dibutuhkan sirkulasi darah, fungsi saraf, hormon dan libido. Testoteron yang rendah dapat memengaruhi libido namun bukan satu – satunya faktor yang memengaruhi ereksi.

 
“DE memang tidak mengancam nyawa, namun harus disadari bahwa DE merupakan tanda adanya masalah serius pada kesehatan, untuk itu sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter segera jika memiliki gejala gejala DE,” ujar dr.Handoko Santoso, Medical Director PT. Pfizer Indonesia. “Pfizer berkomitmen untuk terus berperan dalam membantu mendukung edukasi pasien untuk mendapatkan pengobatan yang paling tepat dan mencegah pasien dari tindakan mengobati sendiri untuk penyakit kompleks, seperti DE,” jelasnya.

 
DE dapat dicegah, yaitu dengan gaya hidup sehat, pola makan dengan gizi seimbang serta tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol berlebihan adalah gaya hidup sehat yang harus dilakukan untuk mencegah terkena DE. Aktivitas fisik juga berperan dalam meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk penis. Gaya hidup sehat tidak hanya bermanfaat mencegah DE namun bisa juga untuk mencegah penyakit – penyakit penyebab DE. (Era)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>