Platform Cloudera Dukung ITMI

Senin, 19 Juni 2017  19:43

Platform Cloudera Dukung ITMI

ITMI membangun infrastruktur bioinformatika kelas dunia untuk koleksi data genom milik Inova yang bertumbuh pesat

Surabaya(BM)-Cloudera, Inc. menguumumkan Inova Translational Medicine Institure (ITMI), lembaga penelitian medis terkemuka di dunia, dalam penerapan Cloudera Enterprise. Dalam menganalisis sejumlah besar data klinis dan genomik dengan tingkat kecepatan serta skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. 
 
Menurut Chief Data Officer, ITMI, Aaron Black, kemarin bahwa tantangan bagi para peneliti dan ilmuwan ITMI adalah menganalisis sejumlah besar data mentah yang sangat rumit dengan lebih cepat dan efisien, serta menterjemahkan wawasan menjadi perawatan pasien yang praktis. “Kami sekarang dapat memperoleh jawaban dalam hitungan menit dan detik, serta dapat menemukan korelasi yang sebelumnya tidak dapat kami lihat,”kata Aaron Black.
 
Dukungan inovasi yang lebih cepat di bidang penelitian medis translational. Sebagai bagian dari Inova Center for Personalized Health (ICPH), tim ITMI yang terdiri dari sekumpulan ilmuwan, peneliti, analis dan kolaborator terkemuka menggunakan algoritma pembelajaran mesin pada sejumlah besar informasi klinis dan genomik (dalam hitungan terabyte). 
 
Dalam memperoleh temuan-temuan dari wawasan data dan melalui kerja sama dengan dokter yang bertanggung jawab, mengembangkan rencana perawatan yang terpersonalisasi untuk pasien. Pendekatan ini juga dikenal dengan sebutan pengobatan presisi (precision medicine) dan memiliki kekuatan untuk membantu pasien hidup lebih lama dan lebih sehat. Genetika merupakan faktor dari sebagian besar penyebab utama kematian di Amerika Serikat, termasuk penyakit jantung, kanker, dan diabetes.
 
Lembaga penelitian Inova mengumpulkan data klinis dari ribuan pasien Inova yang lahir di lebih dari 110 negara. DNA unik dari satu orang saja mengandung enam miliar bit informasi. Memetakan kode DNA seseorang menjadi rangkaian genom membantu para ilmuwan dalam menentukan penyebab penyakit dan menemukan pengobatan yang transformatif.

Sebagai bagian dari proses ini, ITMI juga tengah menghimpun apa yang diharapkan akan menjadi salah satu database rangkaian genom terbesar di dunia yang terhubung dengan informasi pasien di suatu sistem layanan kesehatan. 
 
Ditegaskan peneliti biasanya habiskan 80 persen waktu mereka untuk menyusun data-data (data wrangling) dan hanya menghabiskan sedikit waktu untuk menganalisis. Dan ITMI sedang dalam proses untuk memutarbalikkan hal tersebut.
 
”Kini, kami dapat percepat laju penemuan genomik dan secara dramatis mengubah cara kami berinteraksi dengan tim peneliti. Kami meyakini hal ini dapat meningkatkan kemampuan kami dalam menyediakan perawatan yang tepat untuk pasien yang tepat, dan pada akhirnya meningkatkan hasil akhir. Apa yang telah dilakukan Cloudera adalah membuat semua ini menjadi lebih cepat terwujud,”jelasnya.(rls/dra)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>