41 Anggota Ditahan KPK, Gedung DPRD Malang Kosong

Selasa, 04 September 2018  17:05

41 Anggota Ditahan KPK, Gedung DPRD Malang Kosong

Plt Ketua DPRD Kota Malang Abdulrachman

Malang (BM) - Suasana gedung DPRD Kota Malang kosong melompong pasca penetapan 22 anggota dewan sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Kini hanya 5 orang tersisa yang tak terjerat korupsi massal.

Pantauan pada Selasa (4/9) siang, empat ruang komisi di DPRD Kota Malang nyaris tak berpenghuni. Hanya aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di masing-masing komisi. Untuk anggota DPRD yang tersisa, hanya Plt Ketua DPRD Kota Malang Abdulrachman serta anggota Komisi A Subur Triono yang terlihat datang, dari 5 anggota DPRD yang tersisa.

Lainnya tidak diketahui mengapa tidak datang ke DPRD Kota Malang. Mereka adalah Nirma Cris (Hanura), Priyatmoko Oetomo dan Tutuk Hariyani (PDIP). Kondisi sama juga bisa dilihat di ruang fraksi yang juga berada di lantai dua. Semua tak terlihat adanya kegiatan kerja.

Gedung DPRD Kota Malang baru saja direhabilitasi total pada 2013 lalu dengan anggaran kurang lebih Rp 35 miliar. Bangunan baru terdiri dari tiga lantai. Untuk paling bawah dimanfaatkan ruang sekretaris DPRD serta bagian lain, seperti keuangan serta perundang-undangan, dan bagian rumah tangga.

Sementara lantai dua diisi ruangan komisi, serta fraksi. Untuk lantai tiga, digunakan beberapa ruang kerja, seperti ruang pimpinan DPRD dan sidang paripurna. Anggota DPRD Kota Malang Subur Triono mengaku, datang kerja untuk menyelesaikan urusan administrasi saja.

Untuk kegiatan lainnya, dirinya menunggu keputusan dari pimpinan DPRD dalam hal ini Plt Ketua DPRD Abdulrachman.

"Saya kerja untuk selesaikan urusan administrasi. Untuk kegiatan belum ada, masih menunggu. Bila mengacu pada jadwal hari ini, akan digelar Pansus LKPJ wali kota, dan agenda kegiatan lain," terang Subur ditemui di ruang Komisi A DPRD Kota Malang Jalan Tugu, Selasa (4/9/2018).

DPRD Kota Malang memiliki 45 kursi. Dari hasil Pemilu 2014, PDIP memiliki kursi mutlak yakni sebanyak 11 kursi dan mendapatkan jatah Ketua DPRD. PKB dengan 6 kursi menduduki peringkat kedua, disusul Partai Golkar dan Demokrat masing-masing 5 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra yang memiliki masing-masing empat kursi, PKS, PPP, dan Hanura masing-masing tiga kursi, serta Partai NasDem satu kursi.

KPK baru saja menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Ke-22 orang ini diduga menerima duit Rp 12,5-Rp 50 juta dari Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton, yang juga telah menjadi tersangka. Duit itu diduga diberikan Anton terkait pengesahan RAPBD-P Kota Malang tahun 2015.

Dalam penanganan sebelumnya, KPK sudah menetapkan 19 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 sebagai tersangka. Selain 41 anggota DPRD, KPK juga telah menetapkan Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton dan eks Kadis PU dan Pengawasan Bangunan Kota Malang tahun 2015, Jarot Edy Sulistiyono sebagai tersangka. KPK menyebut kasus ini sebagai korupsi massal.

Berikut daftar 41 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka:

1. M Arief Wicaksono; 2. Suprapto ; 3. Zainuddin  ; 4. Sahrawi ; 5. Salamet ; 6. Wiwik Hendri Astuti  ; 7. Mohan Katelu ; 8. Sulik Lestyowati ; 9. Abdul Hakim ; 10. Bambang Sumarto.

11. Imam Fauzi ; 12. Syaiful Rusdi ; 13. Tri Yudiani ; 14. Heri Pudji Utami ; 15. Hery Subiantono ; 16. Ya'qud Ananda Gudban ; 17. Rahayu Sugiarti ; 18. Sukarno ; 19. Abdulrachman ; 20. Arief Hermanto.

21. Teguh Mulyono ; 22. Mulyanto ; 23. Choeroel Anwar ; 24. Suparno Hadiwibowo ; 25. Imam Ghozali ; 26. Mohammad Fadli ; 27. Asia Iriani ; 28. Indra Tjahyono ; 29. Een Ambarsari ; 30. Bambang Triyoso

31. Diana Yanti ; 32. Sugianto ; 33. Afdhal Fauza ; 34. Syamsul Fajrih ; 35. Hadi Susanto ; 36. Erni Farida ; 37. Sony Yudiarto ; 38. Harun Prasojo ; 39. Teguh Puji Wahyono ; 40. Choirul Amri ; 41. Ribut Harianto. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>